Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Rentan Alami Gangguan Kesehatan, Dinkes Kabupaten Blitar Imbau Pekerja Digital Rajin Berolahraga

Akhmad Nur Khoiri • Rabu, 3 Desember 2025 | 17:18 WIB

 

‎BERISIKO: Salah satu pekerjaan bidang digital yang juga melakukan pola hidup sehat.
‎BERISIKO: Salah satu pekerjaan bidang digital yang juga melakukan pola hidup sehat.

BLITAR – Pertumbuhan pesat pekerjaan di era digital menempatkan sebagian besar pekerja produktif dalam posisi duduk statis berjam-jam di depan layar komputer atau gawai. Kondisi sedemikian rupa bagi pekerja digital ternyata juga dapat menyebabkan dampak buruk bagi kesehatan. Untuk itu, pekerja digital tak boleh merapel waktu istirahat.

‎Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar, dr Christine Indrawati mengingatkan, pola kerja yang minim gerak ini merupakan ancaman serius yang dapat memicu gangguan kesehatan jangka panjang, terutama pada tulang belakang dan penglihatan.

Kesehatan kerja digital merupakan bagian integral dari lima pilar pola hidup sehat yang harus dijaga. ‎Pelanggaran terhadap prinsip bergerak dapat berdampak langsung pada kondisi fisik. ‎"Waktu bekerja pun itu tidak boleh kalau duduk di belakang meja sekian jam tanpa bergerak. Kasihan tubuh yang statis," tegasnya.

‎Dia mengimbau, pekerja harus mengambil jeda minimal 5 hingga 10 menit setiap jam untuk bergerak. Setiap 1 jam harus bergerak. Bergerak entah peregangan atau jalan ke kamar mandi atau ke mana.

Hal tersebut lantaran duduk dalam waktu yang lama tanpa melakukan peregangan dapat memengaruhi kondisi atau struktur tulang belakang. "Karena kalau tidak bergerak, kasihan tubuh yang statis. Tubuh kalau statis itu berjam-jam akan berpengaruh pada tulang belakangnya nanti," tutur dr Christine.

‎Selain tulang belakang, aspek mata menjadi sorotan utama karena terpapar langsung radiasi layar. Untuk menjaga kesehatan mata, dr Christine memperkenalkan panduan sederhana yang diyakini efektif, yakni rumus 20-20-20. ‎Rumus tersebut mengatur setiap 20 menit menatap layar, berikan istirahat 20 detik dengan memandang objek sejauh 20 meter.

Penerapan rumus ini harus disiplin dan tidak boleh ditunda.‎"Tapi rumus ini juga tidak boleh dirapel, misalnya setelah 2 jam baru istirahat. Karena mata kita terlalu lelah nanti kalau menatap layar terus," jelasnya, mewanti-wanti agar jeda istirahat mata tidak diabaikan.

‎Lebih lanjut, dia mengingatkan keseimbangan antara bekerja, istirahat, dan aktivitas fisik wajib dijaga. Kurangnya aktivitas fisik akan memicu penyakit metabolik di usia produktif.‎Pentingnya bergerak di tempat kerja adalah karena otot-otot tubuhnya tidak dipakai gerak.

Jadi, dengan menerapkan kebiasaan sederhana seperti bergerak setiap jam dan mengikuti rumus 20-20-20, risiko penyakit yang muncul akibat gaya hidup digital dapat diminimalisasi.(kho/c1/ynu) (*)

Editor : M. Subchan Abdullah
#dampak buruk #pekerja digital #era digital #pekerja produktif #kesehatan #pekerja