BLITAR – Setelah evaluasi layanan angkutan pelajar pada sejumlah trayek menunjukkan peningkatan kebutuhan armada, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Blitar memastikan belum ada rencana pengadaan tambahan bus sekolah dari APBD pada tahun depan. Kondisi anggaran yang terbatas kembali menjadi penghambat utama.
Kepala Bidang Angkutan Dishub Kabupaten Blitar, Anik Yuanawati menjelaskan, kebutuhan penambahan armada semakin terasa seiring tingginya jumlah pelajar yang memanfaatkan bus sekolah, terutama di musim hujan.
Namun, kemampuan fiskal daerah belum memungkinkan pengadaan unit baru. “Untuk tahun depan belum ada pengadaan lagi karena anggaran kita memang masih belum mencukupi,” ujarnya.
Sebagai langkah alternatif, Pemkab Blitar mendorong koordinasi lintas perangkat daerah untuk membuka peluang bantuan dari pemerintah pusat.
Dishub bersama OPD terkait telah mengirimkan proposal ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub) guna mengajukan dukungan armada bus sekolah. “Kami berharap ada tanggapan dari Kemenhub. Proposal sudah kami kirimkan,” kata Anik.
Dia menegaskan, pengajuan bantuan ini bukan hanya soal kebutuhan operasional, melainkan berkaitan langsung dengan keselamatan pelajar. Laporan dishub menunjukkan kapasitas bus sering tidak sebanding dengan jumlah penumpang saat jam pulang sekolah.
Dalam evaluasi terakhir pada trayek Kanigoro–Talun–Selopuro–Wlingi, tercatat 88 pelajar menggunakan layanan dalam satu rentang waktu pulang sekolah.
Selain mendorong pengadaan armada, dishub juga melakukan pembinaan berkala kepada para pengemudi. Menurut Anik, upaya itu dilakukan agar keselamatan pelajar tetap terjaga meskipun armada terbatas. “Pembinaan driver selalu kami lakukan, karena bagaimanapun keselamatan pelajar menjadi prioritas kami,” ujarnya.
Dishub kini menunggu hasil dari pengajuan yang telah dikirimkan ke kementerian. Anik berharap pemerintah pusat memberikan dukungan, mengingat beban layanan terus meningkat dari tahun ke tahun sementara kemampuan daerah masih terbatas.
“Harapannya tentu ada bantuan bus sekolah agar pelayanan lebih maksimal,” katanya.
Dengan kondisi penggunaan bus sekolah yang terus meningkat serta keterbatasan APBD, Pemkab Blitar menilai dukungan pusat menjadi kunci untuk memastikan layanan angkutan pelajar tetap berjalan aman dan memadai. (kho/c1/ynu) (*)
Editor : M. Subchan Abdullah