BLITAR – Kuota haji Kabupaten Blitar untuk keberangkatan pada 2026 dipastikan mengalami penambahan cukup besar setelah adanya revisi kuota di tingkat provinsi. Pada perhitungan awal, jumlah calon jemaah haji (CJH) yang masuk estimasi keberangkatan hanya berada di kisaran 768 orang.
Namun, setelah pemerintah Arab Saudi memperluas kuota haji Jawa Timur dari 42,4 ribu menjadi 49,4 ribu jemaah, Kabupaten Blitar ikut menerima imbas positifnya. Jumlah calon jemaah yang akan diberangkatkan tahun depan kini bertambah hampir 200 orang.
Plt Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kabupaten Blitar, Mun’im Sufufi menjelaskan, perubahan ini bukan hanya menggeser proyeksi, melainkan juga memengaruhi tata urut daftar tunggu yang sudah berjalan lebih dari satu dekade. “Sekarang sudah dipastikan ada 967 calon jemaah haji yang akan berangkat pada 2026,” jelasnya.
Dia juga menjelaskan, tambahan kuota ini harus dipenuhi dengan penarikan antrean lama yang sudah tercatat resmi dalam waiting list. Menurutnya, langkah itu mengikuti aturan teknis yang diberlakukan Kemenag dan sudah menjadi mekanisme tetap ketika terjadi penambahan kuota dari pemerintah pusat.
“Untuk mencukupi jumlah tambahan, kami mengambil dari calon jemaah haji yang mendaftar pada awal November 2012. Mereka yang sesuai urutan akan masuk dalam daftar pemberangkatan 2026,” ujar Mun’im.
Dia memastikan para jemaah yang masuk dalam kategori tambahan tersebut telah mendapatkan sosialisasi awal, baik terkait administrasi, tahapan pemeriksaan, maupun ketentuan yang wajib dipenuhi menjelang pemberangkatan.
Sosialisasi itu sekaligus menjadi langkah pembuka sebelum jemaah menjalani sejumlah proses teknis yang terus diperbarui oleh Kemenag sesuai kebijakan terbaru. “CJH sudah mendapatkan sosialisasi dan sedang menjalani proses scanning awal sebelum masuk ke tahapan berikutnya,” tambahnya.
Mun’im menegaskan, kenaikan kuota ini memberi ruang lebih besar bagi Kabupaten Blitar untuk mengurangi panjangnya antrean waiting list yang selama bertahun-tahun menjadi tantangan tersendiri bagi calon jemaah.
Meski demikian, dia mengingatkan, setiap penambahan selalu harus mengikuti regulasi nasional agar penetapan jemaah tetap berjalan transparan dan tidak melompat dari sistem. Dengan jumlah keberangkatan yang kini hampir menyentuh seribu jemaah, dia berharap proses persiapan bisa berjalan lancar dan seluruh jemaah dapat diberangkatkan tanpa hambatan administratif maupun kesehatan. (kho/c1/ynu) (*)
Editor : M. Subchan Abdullah