Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Akhirnya Pasar Kesamben Blitar Dibangun, Dapat Bantuan Anggaran Pusat Rp 82 M

Fajar Rahmad Ali Wardana • Jumat, 5 Desember 2025 | 15:57 WIB

 

 

TAK SABAR: Pekerja proyek sedang mempersiapkan pembangunan Pasar Kesamben pascakebakaran pada 2022 lalu.
TAK SABAR: Pekerja proyek sedang mempersiapkan pembangunan Pasar Kesamben pascakebakaran pada 2022 lalu.

BLITAR – Pedagang Pasar Kesamben akhirnya mendapat kepastian terkait nasib tempat untuk mengais rejeki. Usai tiga tahun pasca kebakaran besar yang menghanguskan Pasar Kesamben, pemerintah akan membangun mulai bulan ini dengan anggaran Rp 82 miliar yang digelontorkan dari pemerintah pusat.

Bupati Blitar Rijanto menyebut, proyek ini merupakan hasil perjuangan panjang pemerintah daerah hingga akhirnya disetujui oleh pemerintah pusat melalui pendanaan APBN. Pasar baru nantinya dibangun dua lantai dengan konsep modern. Bangunan dibuat terbuka dan lebih representatif dibanding model pasar lama yang dinilai tidak lagi relevan.

“Kami optimistis pasar yang baru akan membangkitkan kembali aktivitas ekonomi para pedagang. Dulu pasar ini terbakar hebat. Alhamdulillah setelah perjuangan yang susah payah, pemerintah pusat menyetujui pembangunannya kembali,” ujar Rijanto saat meninjau lokasi, Rabu (3/12/2025).

Sambil menunggu pembangunan pasar baru, Pemkab Blitar menyiapkan pasar darurat yang berlokasi di lapangan Kesamben. Seluruh fasilitas maupun pembersihan area pasar lama dibiayai melalui APBD. Sementara pembangunan gedung utama pasar sepenuhnya menggunakan anggaran APBN.

Rijanto menyebut pedagang telah sepakat direlokasi ke pasar darurat setelah fasilitasnya rampung. Pekerjaan pasar darurat ditargetkan selesai pada 8 Desember sebelum pedagang menentukan hari perpindahan sesuai tradisi masyarakat Jawa.

“Mereka sudah sepakat. Setelah pasar darurat siap, pedagang akan bergeser. Nanti juga ada kenduri di sana agar pasar baru maupun pasar sementara membawa berkah, untuk pedagang dan masyarakat Kesamben,” tambahnya.

Rijanto juga memberikan beberapa catatan teknis pada pelaksana proyek. Di antaranya, perlunya saluran air hujan mengingat cuaca masih tidak menentu, penguatan akses keluar masuk truk, hingga penyediaan toilet yang layak bagi pengunjung dan pedagang.

Soal kekhawatiran pasar sepi, Rijanto mengakui keluhan itu kerap disampaikan pedagang. Namun, dia berharap konsep pasar modern yang tengah dirancang mampu menarik kembali minat pengunjung.

“Saya ini sering ditangisi pedagang soal pasar sepi. Ini juga dampak perkembangan zaman. Tapi insya Allah konsep pasar terbuka dan modern bisa membuat aktivitas perdagangan hidup kembali,” pungkasnya.

Baca Juga: BPKP Lakukan Uji Petik SPIP Terintegrasi di Kanwil BPN Jatim

Sementara itu, Kepala Disperindag Kabupaten Blitar, Darmadi menjelaskan, pembangunan Pasar Kesamben baru memiliki pagu anggaran Rp 82 miliar yang bersumber dari APBN. Kemudian, pembangunan pasar darurat dan pembersihan area pasar lama dibiayai APBD dengan nilai sekitar Rp 900 juta.

Pasar darurat ditargetkan mulai ditempati pedagang pada minggu depan setelah pekerjaan selesai pada 8 Desember. Adapun pembangunan pasar baru direncanakan dimulai setelah penandatanganan kontrak di pemerintah pusat pada 20 Desember.

“Targetnya satu tahun. Insya Allah 2027 sudah bisa digunakan. Konsep pasar baru tetap menyediakan los dan kios meski menggunakan desain bergaya pasar modern dua lantai,” pungkasnya. (jar/c1/ynu) (*)

Editor : M. Subchan Abdullah
#kepastian #rejeki #tiga tahun #anggaran #kebakaran #pasar kesamben