BLITAR – Pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) 2026 di Kabupaten Blitar masih berjalan lambat, meski biaya resmi sudah diumumkan. Dari ratusan calon jemaah haji (CJH) yang masuk dalam daftar keberangkatan embarkasi Surabaya, baru sebagian kecil yang benar-benar menyelesaikan kewajiban pembayarannya.
Padahal, tahapan pelunasan sudah dibuka sejak akhir November dan batas waktu tahap pertama tinggal hitungan hari. Situasi ini sekaligus menunjukkan proses administrasi jemaah tahun ini terpengaruh aturan baru yang mewajibkan kelulusan istitaah kesehatan sebelum pelunasan bisa dilakukan.
Plt Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kabupaten Blitar, Mun’im Sufufi menjelaskan, jumlah jemaah yang sudah melunasi Bipih masih sangat kecil. Data per Rabu (3/12/2025) baru sejumlah 54 CJH yang melakukan pelunasan dari total 967 CJH. CJH seharusnya segera melakukan pelunasan lantaran masih banyak tahapan yang harus dilalui.
“Ada tahap yang harus input data dan tidak langsung bisa muncul, jadi sebaiknya segera menyelesaikan tahapan yang ada,” sambungnya.
Di samping itu, Bipih 2026 telah ditetapkan sebesar Rp 60.645.422 untuk CJH dari Kabupaten Blitar. Jumlah ini turun sekitar Rp 310 ribu dibandingkan tahun lalu, meski penurunannya dianggap tidak terlalu signifikan. Total biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) mencapai Rp 93.860.981 yang sebagian ditanggung jemaah melalui Bipih.
“Jemaah sebelumnya sudah setor awal Rp 25 juta. Jadi sisa pelunasannya sekitar Rp 35.645.422. Meski mengalami penurunan, jumlahnya tidak signifikan. Dibanding tahun lalu, turunnya hanya sekitar Rp 300 ribu,” ujarnya saat ditemui di kantornya.
Pelunasan tahun ini dibagi dua tahap. Tahap pertama berlangsung 24 November hingga 23 Desember, sedangkan tahap kedua dibuka pada 2–9 Januari 2026. Namun, berbeda dari tahun sebelumnya, pelunasan hanya bisa dilakukan jika jemaah sudah dinyatakan memenuhi istitaah kesehatan oleh dinas kesehatan.
“Sistem haji kini sudah terintegrasi antara aplikasi kesehatan, Siskohat, dan bank BPS Bipih. Jika datanya sudah dinyatakan istitaah oleh dinas kesehatan, otomatis jemaah berhak melunasi. Saat ini 90 persen jemaah sudah cek kesehatan,” terangnya.
Meski pemeriksaan kesehatan awal sudah diikuti lebih dari 90 persen jemaah, proses input oleh dinas kesehatan masih berjalan sehingga jumlah jemaah yang benar-benar lolos istitaah belum dapat dipastikan. “Belum semua terinput, jadi kami belum mengetahui jumlah jemaah yang lolos istitaah. Prosesnya masih berjalan,” kata Mun’im. (kho/c1/ynu) (*)
Editor : M. Subchan Abdullah