Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Perjuangan Bocah SD di Kota Blitar Tekuni Breakdance hingga Berhasil Raih Medali Emas

Anggi Septian A.P. • Jumat, 5 Desember 2025 | 21:00 WIB
PENUH SEMANGAT: Malory Cakra Priyatama kini menekuni dunia tari modern yakni breakdance.
PENUH SEMANGAT: Malory Cakra Priyatama kini menekuni dunia tari modern yakni breakdance.

BLITAR - Malory Cakra Priyatama, bocah warga Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Sukorejo, baru-baru ini menorehkan prestasi gemilang di ajang Kejurkot IV Dancesport Kota Blitar pada akhir November. Dia berhasil juara 1 dan menyabet medali emas. Prestasi tersebut buah dari tekad dan tempaan latihan keras.

Dalam kompetisi itu, Malory berhasil meraih gold medal kategori Breakdance Girl dan silver medal kategori Hiphop Duo, berpasangan dengan rekannya, Marvella Jessie. Prestasi ini kian mengesankan mengingat Malory awalnya bahkan tidak bisa menari sama sekali.

Semua bermula dari rasa kagum pada teman-temannya yang bisa menari. Malory kecil meminta belajar, lalu diikutkan ke sebuah klub hiphop oleh orang tuanya. Hasilnya masih jauh dari sempurna. Namun dari situlah perjalanan panjangnya dimulai.

“Awalnya dia itu gak bisa dance. Tapi karena teman-temannya dance semua, dia ingin belajar,” tutur sang ibu, Tristanti Sukma Handayani, saat diwawancarai pada Rabu (3/12/2025) lalu.

Pelatih kemudian menawari Malory untuk mencoba breakdance. Tanpa ragu, dia menerima tantangan. Orang tuanya mencari pelatih, mencari tempat latihan, dan mencari ritme yang cocok untuk anak seusianya.

Perjalanan itu tidak mudah. Malory pernah jatuh, pernah kalah, termasuk saat mewakili Kota Blitar di Porprov 2025 di Malang. Dengan latihan baru lima bulan, dia belum mampu bersaing. Namun, kekalahan itu justru memantik semangatnya.

“Dia bilang, ‘Bu, aku sudah bisa. Sedikit lagi aku bisa lebih bagus. Aku mau latihan lagi’,” kenang sang ayah, Dion Angger Priyatama.

Sejak itu, jadwal harian Malory penuh dengan disiplin. Pulang sekolah pukul 14.00, dilanjutkan latihan hiphop pada sore hari. Kemudian malam harinya latihan breakdance. Setelah itu masih les pelajaran untuk persiapan ujian sekolah.

Anak-anak lain mungkin memilih bermain gawai atau beristirahat. Tapi, Malory tidak pernah sekalipun berkata lelah atau menolak latihan. “Setiap saya bilang jadwal latihan, dia selalu jawab ‘iya, Bu’,” ujar Tristanti.

Tekad itu akhirnya berbuah. Teknik-teknik sulit mulai ia kuasai, kepercayaan diri tumbuh, dan ia menjadi satu-satunya penari breakdance dalam keluarganya. Hingga akhirnya, di Kejurkot IV Dancesport 2025, Malory berdiri di podium dengan membawa emas breakdance dan perak hiphop duo bersama Marvella Jessie. Sebuah pencapaian yang bukan hanya membanggakan, tetapi juga menginspirasi.

“Kami bangga sekali. Dia berpendirian kuat dan mau berusaha untuk menjadi yang terbaik,” ujarnya haru. (*/c1/sub) (*)

Editor : M. Subchan Abdullah
#bocah #perjuangan #medali emas #breakdance #Kota Blitar