Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Kebaikan Petugas Damkar di Blitar Sampai Diminta Menyamar Jadi Wali Murid, Ini Ceritanya

Akhmad Nur Khoiri • Jumat, 5 Desember 2025 | 20:30 WIB

‎LAKSANAKAN TUGAS: Damkar Kabupaten Blitar melakukan evakuasi nonkebakaran setelah mendapat laporan dari masyarakat.
‎LAKSANAKAN TUGAS: Damkar Kabupaten Blitar melakukan evakuasi nonkebakaran setelah mendapat laporan dari masyarakat.

BLITAR – Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Blitar mengungkap sejumlah permintaan bantuan dari warga yang terpaksa mereka tolak karena dinilai tidak sesuai dengan tugas dan fungsi utama petugas.

Salah satu permintaan yang cukup tidak lazim datang dari seorang siswi yang meminta petugas damkar menyamar sebagai wali murid ketika dirinya dipanggil guru bimbingan konseling (BK) di sekolah.

‎Kasi Pemadam Kebakaran, Penyelamatan, dan Sarpras Satpol PP dan Kebakaran Kabupaten Blitar, Tedi Prasojo, membenarkan adanya beberapa permintaan pertolongan nonkebakaran yang terpaksa mereka tidak penuhi. “Permintaan penyamaran sebagai wali murid itu memang pernah disampaikan oleh seorang siswi di salah satu sekolah di Kabupaten Blitar, namun tidak dapat dikabulkan,” ungkapnya.

‎Meski begitu, Tedi memastikan petugas tetap memberikan pengertian dan arahan. Hal ini dimaksudkan agar persoalan tersebut dapat diselesaikan dengan cara yang lebih tepat. ‎

Selain permintaan tersebut, dia juga mengungkap adanya permintaan lain seperti pemasangan genting yang rusak serta pemasangan lampu di rumah warga. Menurutnya, permintaan seperti ini sengaja tidak dituruti demi mendorong masyarakat lebih berinteraksi dan saling menolong dengan tetangga sekitar.

“Ini tidak dituruti agar pemohon bisa minta tolong ke tetangga. Bukan untuk merepotkan, namun agar lebih guyub dengan tetangga sekitar,” ujarnya.

‎Di luar permintaan yang tidak relevan, damkar tetap memberikan pelayanan 24 jam kepada masyarakat tanpa dipungut biaya. Tedi menegaskan, petugas selalu siap merespons keadaan darurat, terutama yang berpotensi membahayakan keselamatan warga. ‎Selama 11 bulan pada 2025, damkar telah menangani 213 peristiwa nonkebakaran. Kasus terbanyak adalah evakuasi sarang tawon yang dianggap mengancam keselamatan warga yakni mencapai 107 evakuasi.

Disusul kejadian ular masuk rumah sebanyak 65 kasus, penyelamatan kucing sebanyak 20 kasus, pelepasan cincin 11 kejadian, evakuasi biawak masuk rumah sebanyak 7 kali, serta penyelamatan manusia sebanyak 3 kali.

‎Dia menegaskan, seluruh penanganan tersebut dilakukan sebagai bentuk pelayanan damkar terhadap masyarakat selama permintaan yang masuk masih sesuai dengan tugas penyelamatan dan mitigasi risiko bahaya.

“Kami akan tetap memberikan pelayanan pada masyarakat sesuai tugas sebagaimana mestinya,” tutupnya. (kho/c1/ynu) (*)

Editor : M. Subchan Abdullah
#menyamar #Damkar #wali murid #Kebaikan