Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

BPS Sebut Kehadiran Dapur MBG di Kota Blitar Mampu Tekan Angka Pengangguran, Ini Faktanya

M. Subchan Abdullah • Sabtu, 6 Desember 2025 | 15:05 WIB
KETAT: Petugas di salah satu SPPG di Kota Blitar mengecek berkas pelamar untuk memastikan keabsahan.
KETAT: Petugas di salah satu SPPG di Kota Blitar mengecek berkas pelamar untuk memastikan keabsahan.

BLITAR KAWENTAR - Keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Blitar ikut memberikan dampak secara  ekonomi bagi daerah.

Pasalnya, dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) ini dinilai mampu menyerap tenaga kerja usia produktif serta membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.

Hal itu menjadi catatan sendiri bagi Badan Pusat Statisitik(BPS) Kota Blitar. Setiap SPPG yang ada mampu menyedot tenaga kerja hingga puluhan warga. dengan begitu, semakin banyak SPPG tentu bakal menurunkan jumlah pengangguran secara signifikan.

Kepala BPS Kota Blitar, Hanung Pramusito menegaskan, saat ini terdapat sekitar 15 SPPG di wilayah Kota Blitar yang telah aktif. Ke depan, pemerintah daerah menargetkan penambahan jumlah tersebut menjadi hingga 20 unit.

“Di Kota Blitar itu SPPG-nya sekarang jumlahnya ada 15 SPPG. Targetnya sebenarnya 20 SPPG, mungkin yang sisanya masih dalam proses,” ujarnya kepada Koran ini kemarin (5/12).

Berdasarkan data BPS, ujar Hanung, sektor SPPG melibatkan banyak cukup banyak tenaga kerja. Dalam satu unit SPPG, rata-rata terdapat 50 hingga 52 pekerja yang terlibat dalam berbagai aktivitas operasional produksi.

“Setelah kami cek, satu SPPG itu mempekerjakan rata-rata di angka 50 sampai 52 orang, tentu jumlah tersebut termasuk cukup besar,” jelasnya.

Selain penyediaan lapangan kerja, Hanung menyebut perputaran ekonomi dengan keberadaan SPPG juga cukup besar.

Dalam sebulan, perputaran uang di satu SPPG diperkirakan berada pada kisaran Rp 1,2 miliar. Khususnya yang paling besar adalah pembelian beras langsung kepada petani. Semakin besar kuota target pelayanan, maka semakin besar jumlah permintaan ke petani. 

“Perputarannya itu sampai Rp 1,2 miliar, tergantung banyaknya yang dilayani dalam satu bulan,” ungkapnya.

Menurut Hanung, banyak pekerja yang berusia 25 hingga 40 tahun terserap di sektor ini. Keberadaan SPPG dianggap memberikan peluang bagi pencari kerja baru di tengah terbatasnya kesempatan kerja formal yang tersedia.

Baca Juga: Cara Cek BSU Ketenagakerjaan: Benarkah Cair Lagi Akhir 2025? Ini Fakta Resmi Kemnaker yang Wajib Diketahui

“Saat ini 15 SPPG sudah beroperasi. Pengembangan masih terus dilakukan menuju target 20 SPPG di Kota Blitar. Tentu dengan perkembangan jumlah SPPG, jumlah tenaga kerja yang terserap juga semakin besar,” pungkasnya. (mg2/c1/ady)

Editor : M. Subchan Abdullah
#tenaga kerja #Makan Bergizi Gratis #bps #SPPG #Mbg #dapur MBG #angka pengangguran #Kota Blitar #badan pusat statistik