Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Waspada, 29 Ribu Lebih Warga Kabupaten Blitar Terdeteksi Tekanan Darah Tinggi saat CKG

Akhmad Nur Khoiri • Sabtu, 6 Desember 2025 | 20:00 WIB
PERIKSA: Aktivitas pengecekan tekanan darah oleh tenaga kesehatan kepada warga di Kabupaten Blitar.
PERIKSA: Aktivitas pengecekan tekanan darah oleh tenaga kesehatan kepada warga di Kabupaten Blitar.

BLITAR KAWENTAR – Kasus hipertensi di Kabupaten Blitar masih menjadi perhatian serius dinas kesehatan (dinkes) setempat.

Meskipun data prevalensi 2025 menunjukkan sedikit penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, tingginya angka temuan kasus, terutama di kalangan usia produktif, mengindikasikan perlunya intervensi yang lebih masif.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Blitar, Anggit Ditya Putranto mengungkapkan, data hasil pemeriksaan tekanan darah didapatkan melalui program cek kesehatan gratis (CKG) dan sistem pelaporan resmi.

"Berdasarkan hasil kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis 2025, dari 142.808 orang yang diperiksa tekanan darah, sebanyak 29.824 orang terdeteksi hipertensi. Angka ini setara dengan 20,88 persen," jelasnya.

Sebenarnya, angka tersebut sedikit menurun dibandingkan 2024 yang mencatat prevalensi mencapai 24,72 persen dari total orang yang diperiksa tekanan darah.

Temuan kasus hipertensi ini memiliki pengaruh sangat besar terhadap penyakit tidak menular (PTM) lainnya sehingga penanggulangannya menjadi prioritas. Dinkes juga mengidentifikasi kelompok usia yang paling terdampak.

Meskipun kelompok usia 40-44 tahun mencatat angka tertinggi (8.390 kasus), keterlibatan usia produktif juga tinggi, khususnya kelompok usia 25-39 tahun dengan 3.049 kasus, dan usia 18-24 tahun yang menyumbang 837 kasus.

Terkait faktor risiko, Anggit menyebutkan faktor keturunan (genetik) masih menjadi kontributor terbesar, diikuti oleh pola hidup yang kurang sehat dan kurangnya pelaksanaan gerakan masyarakat hidup sehat (germas).

Untuk menekan angka prevalensi dan mengontrol kasus yang sudah terdeteksi, Dinkes Kabupaten Blitar memperkuat program intervensi.

Upaya yang dilakukan adalah dengan meningkatkan edukasi germas yang diberikan oleh tenaga kesehatan melalui media sosial dan edukasi langsung di kegiatan yang melibatkan banyak masyarakat.

"Kami menyediakan pelayanan dan obat gratis bagi penderita hipertensi yang dipantau setiap bulan agar hipertensi terkendali," katanya.

Baca Juga: BSU 2025 Mulai Dicairkan, Ini Cara Cek Penerima Lewat NIK di Situs Resmi Kemnaker yang Wajib Diketahui Pekerja

Lebih lanjut, bagi warga dengan hipertensi yang tidak terkontrol atau enggan berobat rutin, dinkes mengambil langkah khusus dengan menganjurkan kader untuk melakukan kunjungan rumah.

Anggit menekankan perlunya edukasi gaya hidup sehat untuk mencegah hipertensi, meliputi penerapan pola makan seimbang rendah garam dan lemak, menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga minimal 30 menit setiap hari, tidak merokok, menghindari alkohol, serta mengelola stres.

"Pemeriksaan tekanan darah secara rutin sangat penting karena hipertensi sering tidak bergejala. Diharapkan masyarakat sadar akan pentingnya pemeriksaan kesehatan sejak dini agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan efektif," tutup Anggit. (kho/c1/ynu)

 

Editor : M. Subchan Abdullah
#warga #CKG #penyakit tidak menular #ptm #tekanan darah tinggi #dinkes kabupaten blitar #Cek Kesehatan Gratis