BLITAR KAWENTAR – Tak ada anggaran membuat masyarakat membangun swadaya jembatan sesek di Desa Bendosewu, Kecamatan Talun.
Padahal jalan itu menjadi akses ke tiga desa, terutama untuk anak-anak pergi sekolah.
Hal ini langsung direspons Bupati Blitar Rijanto yang segera mengusulkan pembangunan ke pemerintah pusat.
Dia mengaku pernah mendapatkan keluhan terkait jembatan tersebut dari masyarakat. Saat kunjungannya ke Pasar Kesamben beberapa waktu lalu, dia menyempatkan untuk meninjau jembatan sesek ini.
Apalagi, hal itu juga menjadi atensi dari Polres Blitar bahwa pembangunan jembatan ini penting untuk dilakukan.
“Jembatan sesek ini menghubungkan Dusun Tawang, Desa Bendosewu, dengan Desa Jeblog dan Desa Pasirharjo, Kecamatan Talun. Hal ini merupakan tindak lanjut instruksi Presiden RI terkait pendataan jembatan-jembatan sederhana yang masih digunakan masyarakat kecil sebagai akses utama,” ujar Rijanto.
Jembatan tersebut, jelas dia, menjadi jalur vital bagi anak sekolah, petani, hingga buruh ternak ayam yang setiap hari melewati lokasi itu.
Rijanto mengaku sempat berkoordinasi dengan Kapolres Blitar, bahwa pendataan jembatan sesek yang masih digunakan masyarakat, merupakan instruksi Presiden.
Menurut dia, sebenarnya masyarakat bisa melintasi jembatan sabo dam itu menjadi satu-satunya akses aman.
Namun, saat hujan lebat, mereka tidak mungkin lewat akses itu dan hanya bisa lewat jembatan sesek.
Selain jembatan, akses jalan menuju lokasi juga dinilai membutuhkan perbaikan.
Total panjang jalan yang perlu diperbaiki sekitar 1 kilometer, masing-masing 750 meter di sisi timur dan 250 meter di sisi barat, dengan lebar 3 meter.
Rijanto berharap usulan ini mendapat perhatian pemerintah pusat.
Dia menegaskan, idealnya jembatan yang akan dibangun tidak hanya mendukung kendaraan roda dua, tetapi juga bisa dilalui roda tiga untuk mengakomodasi alat transportasi petani.
“Kalau hanya roda dua rasanya sayang. Petani itu biasa memakai gledekan. Minimal harus bisa roda tiga,” jelasnya.
Kepala Desa Pasirharjo, Chusana Churori, mengatakan bahwa jembatan sesek ini memiliki peran strategis bagi kehidupan warga. Mulai dari akses pendidikan hingga aktivitas ekonomi masyarakat Talun.
“Dengan kondisi jembatan yang terus menua dan akses jalan yang belum memadai, warga Desa Bendosewu, Jeblog, dan Pasirharjo tentu menanti bantuan pemerintah. Karena hal ini demi kelancaran dan keamanan aktivitas masyarakat,” pungkasnya. (jar/c1/ady)
Editor : M. Subchan Abdullah