BLITAR - Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar melalui dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR) memperingati Hari Bakti Ke-80 PUPR dengan menggelar serangkaian kegiatan. Pemkot menegaskan komitmen membangun infrastruktur yang berkualitas, tahan lama, dan relevan dengan kebutuhan generasi mendatang.
Pada Jumat (5/12/2025) lalu, puncak peringatan Hari Bakti digelar secara sederhana dengan tasyakuran di Aula Majapahit Kantor Dinas PUPR Kota Blitar. Mengundang seluruh jajaran kepala OPD terkait dan pelaku jasa kontruksi.
Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin mengatakan, peringatan Hari Bakti PUPR menjadi momentum evaluasi dan refleksi terhadap peran penting sektor PUPR dalam pembangunan nasional, termasuk Kota Blitar.
Menurutnya, di usia ke-80 tahun, bidang PUPR telah memberi kontribusi besar dalam menciptakan infrastruktur yang menopang pelayanan publik dan pertumbuhan ekonomi.
"Selama ini, bidang PUPR telah berjasa dalam membangun infrastruktur di Indonesia termasuk di Kota Blitar. Infrastruktur yang ada hari ini adalah hasil kerja panjang PUPR dan para rekanan," ujarnya.
Pria yang akrab disapa Mas Ibin ini menekankan pentingnya tata kelola dan perencanaan pembangunan yang tepat guna dan berorientasi masa depan. Menurutnya, kualitas pembangunan tidak hanya diukur dari sisi manfaat saat ini, tetapi bagaimana infrastruktur tersebut bertahan lama, adaptif, dan dapat dinikmati generasi berikutnya.
"Ke depan, infrastruktur yang dibangun harus tepat guna, berkualitas, tahan lama, sehingga anak cucu kita kelak masih bisa menikmatinya dan melihat keindahan pembangunan yang sudah dilakukan. Ini investasi jangka panjang," tegasnya.
Dia juga mengingatkan agar tidak ada kesalahan perencanaan yang berdampak pada pembangunan yang kuno, tidak layak, atau cepat rusak. "Jangan sampai infrastruktur terasa usang, bahkan bangunan baru sudah rusak. Infrastruktur adalah wajah kota," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Blitar, Erna Santi mengatakan, keberhasilan pembangunan di daerah tidak terlepas dari kontribusi pelaku jasa konstruksi. Selain membangun fisik, sektor ini juga memberikan efek domino pada pertumbuhan ekonomi lokal.
"Kami berterima kasih kepada pelaku jasa konstruksi karena telah terlibat bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga menggerakkan perekonomian," jelasnya.
Erna mengungkapkan berbagai kegiatan diselenggarakan sejak pertengahan November untuk memeriahkan Hari Bakti PUPR. Di antaranya, forum konsultasi publik (FKP), coffee morning bersama pelaksana jasa konstruksi, FGD mata air dan sungai, sosialisasi RTRW, Eco Talk SPAL-D, pelatihan dan uji sertifikasi kompetensi kerja (SKK), penanaman pohon konservasi sumber daya air (SDA), hingga tasyakuran dan resepsi puncak.
Rangkaian kegiatan tersebut dimaksudkan untuk memperkuat kolaborasi dan membangun ekosistem konstruksi yang sehat, profesional, dan berkelanjutan.
"Dengan semangat Hari Bakti Ke-80, kami berharap sinergi pemerintah dan pelaku jasa konstruksi semakin kuat untuk membangun masa depan Kota Blitar yang lebih baik," pungkasnya.(sub/c1) (*)
Editor : M. Subchan Abdullah