BLITAR – Koperasi Merah Putih yang menjadi program strategis nasional masih dalam tahap pembangunan gerai. Dari 22 kecamatan di Kabupaten Blitar, masih 46 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang sedang membangun gerai. Fasilitas tersebut ditargetkan dapat berfungsi pada awal 2026.
Maka dari itu, untuk mengebut adanyan fasilitas KDMP ini, Bupati Blitar Rijanto sempat mengumpulkan seluruh camat se-Kabupaten Blitar pada Kamis (4/12/2025) lalu. Pertemuan itu digelar untuk mengevaluasi perkembangan pembangunan KDMP di masing-masing wilayah.
“Alhamdulillah progresnya cukup bagus. Ada yang status tanahnya sudah selesai, ada yang langsung mulai pembangunan, dan ada yang segera konstruksi. Memang masih ada beberapa yang mempertimbangkan lokasi karena kurang strategis atau luasnya belum memenuhi, tapi persentasenya cukup besar yang sudah berjalan,” ujar Rijanto.
Dia melanjutkan, berdasarkan laporan kepala dinas koperasi dan dinas pemberdayaan masyarakat dan desa (PMD), progres Kabupaten Blitar masuk kategori terbaik kedua se-Jawa Timur. Namun, Rijanto menegaskan capaian itu belum membuatnya puas dan gerai KDMP harus rampung Januari.
Maka yang belum menyelesaikan musyawarah desa harus segera diselesaikan dan mulai membangunan gerai. Namun, beberapa desa juga menghadapi kendala terkait aset bangunan yang akan dimanfaatkan.
Salah satunya bangunan sekolah dasar (SD) yang sudah tidak layak dan tidak terpakai namun berdiri di atas tanah desa. Untuk kasus seperti itu, pemerintah desa atau kecamatan agar segera mengajukan proses penghapusan aset ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar.
“Bangunannya milik dinas pendidikan, tanahnya milik desa. Karena kondisinya bongkor, tidak dipakai, maka kami minta diajukan penghapusan. Nanti ada verifikasi, berita acara pembongkaran, dan itu harus sesuai prosedur,” jelasnya.
Selain itu, ada pula lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) yang perlu klarifikasi dan konsultasi ke pemerintah pusat. Rijanto menegaskan seluruh proses harus tetap berpedoman pada aturan dan melalui mekanisme resmi.
“Ini prosesnya memang rumit. Tidak bisa serta-merta ambil keputusan. Semua harus diajukan dan dikonsultasikan, baik ke ATR/BPN maupun Kementerian Pertanian,” tutur Rijanto.
Hingga saat ini, total usulan pendirian KDMP yang sudah masuk mencapai 238 titik. Dari jumlah tersebut, 33 lokasi telah menerima dropping material untuk pembangunan gerai, sementara 46 lainnya sudah masuk tahap pembangunan fisik.
“Kami terus dorong agar semua berjalan sesuai target, dan Januari 2026, KDMP sudah memiliki gerai,” pungkasnya. (jar/c1/ynu) (*)
Editor : M. Subchan Abdullah