Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Dinkes Kabupaten Blitar Sebut Cek Gula Darah dan Tekanan Darah Paling Diminati Masyarakat

Akhmad Nur Khoiri • Senin, 8 Desember 2025 | 20:30 WIB

 

 

BERBEDA: Minat masyarakat pada pelayanan CKG memiliki tingkat yang berbeda.
BERBEDA: Minat masyarakat pada pelayanan CKG memiliki tingkat yang berbeda.

BLITAR – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang gencar dilaksanakan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar berhasil memetakan tren kesadaran masyarakat terhadap pemeriksaan kesehatan sejak dini. Data menunjukkan adanya preferensi jelas dari peserta CKG terhadap jenis pemeriksaan tertentu. Cek gula darah dan tekanan darah masih menjadi layanan yang paling diminati.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Blitar, Anggit Ditya Putranto memaparkan, antusiasme masyarakat dalam memanfaatkan layanan skrining sangat tinggi, namun fokus pemeriksaan yang dipilih terpusat pada dua jenis penyakit tidak menular (PTM) utama.

"Dari hasil pelaksanaan CKG, layanan yang paling banyak dimanfaatkan oleh masyarakat adalah pemeriksaan gula darah dan tekanan darah," ungkapnya.

Data terbaru menunjukkan layanan cek gula darah dimanfaatkan oleh 142.925 orang, diikuti sangat ketat oleh cek tekanan darah dengan 142.808 orang peserta. Angka partisipasi yang tinggi pada kedua layanan ini menunjukkan kesadaran masyarakat akan risiko diabetes dan hipertensi yang dikenal sebagai silent killer.

Namun, Anggit menyoroti adanya perbedaan signifikan dibandingkan layanan skrining lainnya. Jarak yang sangat jauh antara peminat cek gula darah atau tekanan darah dan cek kolesterol mengindikasikan bahwa masyarakat mungkin belum menyadari risiko hiperkolesterol sebagai faktor risiko utama penyakit jantung dan stroke.

"Tingkat pemanfaatan layanan cek kolesterol masih tergolong rendah, hanya diikuti oleh 12.568 orang," tambahnya.

Anggit menjelaskan, program CKG dilaksanakan di berbagai lokasi strategis, mulai dari puskesmas, posyandu ILP, instansi pemerintah, hingga sekolah dan pondok pesantren, sebagai upaya untuk memudahkan akses masyarakat terhadap pemeriksaan dini.

Selain memetakan minat masyarakat, data ini juga menjadi pijakan bagi dinkes untuk mengidentifikasi kasus PTM. Temuan ini sangat penting karena tingginya kasus yang terdeteksi, misalnya hipertensi, akan sangat berpengaruh terhadap PTM lainnya.

Melihat tingginya minat pada cek gula dan tekanan darah, dinkes terus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh. Anggit berharap masyarakat sadar bahwa pemeriksaan kesehatan sejak dini penting agar dapat mendeteksi penyakit, seperti hipertensi, diabetes, kanker, secepat mungkin.

Baca Juga: Pemkot Blitar Buka Rekening Donasi untuk Korban Terdampak Bencana di Sumatera

Dia juga mendorong masyarakat untuk tidak hanya fokus pada gejala yang terasa, tetapi aktif melakukan deteksi dini secara komprehensif. "Pemeriksaan rutin ini dapat menghemat biaya pengobatan dengan mencegah komplikasi, memantau kondisi tubuh secara berkala, sehingga penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan efektif," pungkas Anggit. (kho/c1/ynu) (*)

Editor : M. Subchan Abdullah
#tekanan darah #Kabupaten Blitar #dinas kesehatan #tren kesadaran masyarakat #pemeriksaan kesehatan #cek gula darah #Cek Kesehatan Gratis