BLITAR - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mardi Waluyo terus berbenah untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Salah satunya dari sisi sarana dan prasarana rumah sakit.
Di tahun ini, rumah sakit pelat merah tersebut mulai membenahi sejumlah titik fasilitas seperti pengembangan fasilitas pendukung area customer service, pelindung parkiran hingga pengecatan. Anggaran yang digelontorkan sekitar Rp 700 juta.
Plt Direktur RS Mardi Waluyo, Bernard Theodore menjelaskan, pekerjaan renovasi di beberapa titik mulai berjalan. Total alokasi anggaran yang disiapkan berkisar Rp 700 juta. ”Sejumlah anggaran itu diperuntukkan untuk beberapa kegiatan. Mulai untuk pengecatan hingga pengembangan fasilitas di area customer service. Targetnya semua pekerjaan tuntas tahun ini,” ujarnya, Senin (8/12/2025).
Bernard memastikan seluruh pekerjaan berjalan sesuai kontrak yang dijadwalkan pada rentang 15 hingga 17 Desember. Renovasi di area pelayanan customer service bahkan dimulai lebih awal setelah penetapan angka kresit disahkan.
“Renovasi customer service sudah dimulai pertengahan November lalu setelah anggarannya disahkan. Sedangkan kegiatannya lainnya juga sudah mulai berjalan,” jelas Bernard.
Dia mengatakan, renovasi sarpras rumah sakit ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat yang berobat. Selain itu, membuat masyarakat maupun pasien menjadi lebih nyaman.
”Intinya, kami berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya pasien. Baik itu yang berobat jalan atau rawat inap,” tuturnya.
Untuk diketahui, pelayanan RSUD Mardi Waluyo kurun beberapa bulan terakhir menjadi sorotan masyarakat, termasuk legislatif. Komisi I DPRD Kota Blitar pun sempat turun menemui seluruh pimpinan, dokter, perawat dan seluruh jajaran di bawahnya untuk berdialog mencari kendala. Kemudian disusul oleh Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, hingga akhirnya harus berkantor minimal sekali dalam seminggu.(mg2/sub) (*)
Editor : M. Subchan Abdullah