Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Derbi PSBI Blitar-Blitar Poetra di Laga Pembuka Grup P Liga 4 Didominasi Pemain Muda, Siapa Unggul?

Fajar Rahmad Ali Wardana • Kamis, 11 Desember 2025 | 16:46 WIB

 

SIAP MENANG: Pemain PSBI Blitar menjalani latihan di Stadion Gelora Panataran menjelang laga perdana lawan Blitar Poetra yang dijadwalkan hari ini (11/12/2025).
SIAP MENANG: Pemain PSBI Blitar menjalani latihan di Stadion Gelora Panataran menjelang laga perdana lawan Blitar Poetra yang dijadwalkan hari ini (11/12/2025).

BLITAR – Stadion Gelora Panataran akan menjadi saksi derbi Blitar dalam laga perdana Grup P Liga 4 Piala Gubernur Jawa Timur, yang digelar sore ini, Kamis (11/12/2025). Yakni antara PSBI Blitar vs Blitar Poetra yang secara kebetulan dalam satu Grup P. Keduanya tentu bertekad untuk menjadi pemenang di tanah sendiri.

Singo Lodro yang absen setahun tak berkompetisi ini menegaskan kesiapan mereka menghadapi kompetisi Liga 4 musim ini. Meski manajemen tak membebani target muluk, pelatih kepala Kurnia Patmedi memastikan seluruh pemain memiliki tekad yang sama, lolos dari fase Grup P. Selain Blitar Poetra, PSBI juga satu grup dengan Persenga Nganjuk dan Arek Suroboyo.

“Target dari manajemen sebenarnya hanya partisipasi. Tapi kalau sudah masuk dunia sepak bola, semua pemain pasti punya ekspektasi. Minimal kami harus bisa lolos fase grup awal,” ujarnya.

Kurnia melanjutkan, PSBI Blitar tampil dengan kekuatan 98 persen pemain lokal. Hanya satu pemain dari luar daerah. Itu pun merupakan pemain junior yang sudah lama bergabung. Semua pemain PSBI Blitar saat ini baru dan lebih segar dalam menghadapi kompetisi karena pemain PSBI yang lama sudah bubar.

Maka dari itu, manajemen membentuk tim baru dengan motivasi  yang tinggi. Dalam Liga 4, PSBI Blitar mengikuti regulasi usia pemain antara 18 hingga 22 tahun, sementara pemain di atas itu dikategorikan sebagai pemain senior.

PSBI Blitar akan memulai langkah dengan laga derbi melawan Blitar Poetra. Meski begitu, Kurnia memastikan tidak ada strategi khusus. Namun, semua sudah dia siapkan dari latihan selama sebulan, dari fisik, uji coba, hingga mental para pemain. Dia mengungkapkan bahwa tim menjalani persiapan selama sebulan.

Pada satu minggu awal, sesi latihan belum intensif karena manajemen masih menyesuaikan berbagai kebutuhan administratif. Latihan berpindah-pindah mengikuti kondisi lapangan, dengan markas latihan utama di Stadion Kebonduren.

“Untuk pertandingan awal ini kami harus mendapatkan tiga poin. Selain melawan Blitar Poetra, kami juga akan melawan Persenga Nganjuk dan Arek Suroboyo. Dari awal, kami fokus ke conditioning untuk fisik dulu. Baru tahap berikutnya organisasi dan taktikal. Alhamdulillah, anak-anak komitmen untuk poin penuh,” jelasnya.

Kurnia, yang sebelumnya pernah menangani PSBI Blitar di Liga 3 pada 2013, menegaskan bahwa timnya fokus ke target jangka pendek untuk lolos fase pertama terlebih dulu. Soal naik kasta, Kurnia belum memikirkan hal itu karena akan menjadi pembicaraannya untuk tahun depan.

PSBI Blitar kini tinggal selangkah menuju kick-off. Publik Blitar Raya pun menanti kebangkitan Laskar Penataran yang kembali turun gelanggang setelah lama vakum. “Insya Allah anak-anak siap berkompetisi,” pungkas Kurnia.

Saat ini yang penting optimistis maju dulu. Pasalnya, Liga 4 ini tahapannya panjang, dananya juga besar, mulai dari fase kabupaten, provinsi, sampai nasional. Kompetisi Liga 3 maupun Liga 4 sebenarnya bisa didukung APBD, tergantung kondisi dan pengelolaan manajemen.

Sementara itu, pembina Blitar Poetra, Fatatoh Hironi Ulya, menegaskan bahwa timnya menghormati PSBI Blitar sebagai klub senior di Blitar. Namun di lapangan, seluruh pemain diminta tampil maksimal tanpa beban. “Kami tetap fight di lapangan. Tim kami akan tampil maksimal. Persahabatan tetap nomor satu, tetapi kalau sudah di lapangan ya harus bertarung,” ujar Fatatoh.

Blitar Poetra mempersiapkan tim selama satu bulan. Tiga minggu pemusatan latihan berlangsung di Blitar dan satu minggu tambahan di Malang. Tim ini dihuni kombinasi pemain daerah seperti NTT, NTB, Malang, serta mahasiswa Fakultas PJOK dari Universitas Negeri Malang. Untuk memperkuat tim, Blitar Poetra juga telah melaksanakan empat uji coba, masing-masing melawan Arema U-20, dua klub lokal Blitar, dan satu klub lokal Malang.

Hasilnya semua menang dari empat kali uji coba. “Menghadapi PSBI Blitar, kami  tidak ada strategi khusus. Namun, Blitar Poetra akan menerapkan pola 3-5-2 untuk memperkuat sektor pertahanan dan menjaga transisi permainan. Kami realistis. Fokus memperkuat pertahanan, karena lawan saudara tua pasti tidak mudah,” pungkasnya. (jar/c1/ynu) (*)

Editor : M. Subchan Abdullah
#piala gubernur jawa timur #Stadion Gelora Panataran #psbi blitar #blitar poetra #laga perdana #Grup P Liga 4