Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Pernah Gerebek Gudang Pita Cukai Palsu, Inilah Perjalanan Panjang Kepala Bea Cukai Blitar

Noormalady Usman • Kamis, 11 Desember 2025 | 20:00 WIB

 

 

BANYAK PENGALAMAN: Nurtjahjo Budidananto menceritakan pengalamannya selama mengabdi di Kantor Bea Cukai kepada Radar Blitar TV.
BANYAK PENGALAMAN: Nurtjahjo Budidananto menceritakan pengalamannya selama mengabdi di Kantor Bea Cukai kepada Radar Blitar TV.

BLITAR - Empat bulan mengemban amanah sebagai Kepala Kantor Bea Cukai Blitar, Nurtjahjo Budidananto hadir sebagai sosok baru namun sarat pengalaman. Karier panjang selama 36 tahun di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai telah membawanya berkeliling Nusantara, dari bandara internasional hingga pedalaman Kalimantan. Perjalanannya yang berliku itulah yang kini ia bawa sebagai bekal memimpin Bea Cukai Blitar, wilayah dengan karakteristik unik dan tantangan tersendiri.

Lahir di Klaten dan besar di Probolinggo, Cahyo tak pernah membayangkan dirinya akan terjun ke dunia kepabeanan. Selepas lulus SMA pada 1987, ia mengikuti berbagai tes masuk perguruan tinggi.

Secara spontan, ajakan beberapa teman untuk mendaftar sekolah kedinasan STAN mengubah arah hidupnya. Tanpa rencana matang, ia mengikuti pendaftaran dan memilih jurusan mengikuti saran teman—dan justru menjadi satu-satunya dari rombongan yang diterima.

Cahyo menyelesaikan pendidikan selama tiga tahun dan ditempatkan pertama kali di Bea Cukai Soekarno-Hatta. Tiga setengah tahun bekerja di lingkungan bandara menjadi awal pemahamannya terhadap ritme pelayanan dan pengawasan barang masuk dari berbagai belahan dunia. Penugasannya kemudian berlanjut ke Bea Cukai Teluk Bayur, Padang, memperkenalkan Cahyo pada dinamika pelabuhan laut yang jauh berbeda dari bandara.

Setelah beberapa mutasi singkat termasuk ke kantor pusat di Jakarta, karier Cahyo menanjak. Ia bertugas di berbagai kota: Semarang, Balikpapan, Kotabaru, Pasuruan, Jakarta, Surabaya, Tanjung Perak, Singkawang, Samarinda, Kediri, hingga Malang.

Jabatan-jabatan strategis ia emban, mulai dari kepala seksi hingga kepala kantor di berbagai level. Malang menjadi masa penugasan terlama—enam tahun—sebelum ia kemudian dipercaya memimpin kantor-kantor besar di Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur.

Dari perjalanan panjang itu, banyak pengalaman yang tak terlupakan. Salah satunya ketika ia menjalankan audit investigasi di Jakarta dan sebuah perusahaan yang diperiksa justru mengundangnya mengikuti doa bersama demi “kelancaran audit”.

Ajakan itu ia tolak halus sebagai bentuk menjaga integritas. Pengalaman mendebarkan juga ia rasakan saat memimpin operasi penindakan pita cukai palsu di wilayah Jatim 1. Bersama tim dan didukung TNI, mereka menggerebek sejumlah rumah dan gudang yang menyimpan cukai ilegal dan bahkan menemukan senjata api di lokasi.

“Kami tidak bersenjata waktu itu. Tapi alhamdulillah semuanya berjalan lancar,” kenangnya.

Baca Juga: Ayo Ramaikan! Gebyar Pajak Daerah dan Undian PBB-P2 Kota Blitar, Dihibur Dua Penyanyi Muda Terkenal

Kini memimpin Bea Cukai Blitar, Cahyo memegang tantangan berbeda. Wilayah kerjanya meliputi empat kabupaten/kota dengan 108 perusahaan rokok, namun hanya didukung 35 pegawai. Meski begitu, ia optimistis melalui inovasi: layanan konsultasi via video call, aplikasi penyimpanan dokumen digital, hingga pengawasan CCTV di pabrik-pabrik rokok.

Penindakan rokok ilegal terus dilakukan. Pada 2024, Bea Cukai Blitar memusnahkan 1,2 juta batang rokok ilegal, dan pada 2025 jumlahnya hampir mencapai 2 juta batang.

Berpindah-pindah pulau puluhan tahun bukan hal mudah, namun keluarga menjadi pilar utama. Sang istri—yang juga pegawai Bea Cukai—sering mengikuti mutasi, membuat pasangan ini saling memahami risiko dan dinamika tugas negara.

Kini, Cahyo menutup perjalanan panjangnya dengan syukur. “Ke Padang alhamdulillah, ke Kalimantan alhamdulillah, dan ke Blitar lebih alhamdulillah lagi,” ujarnya. Dari Probolinggo hingga Blitar, pengabdian itu terus berlanjut.(*)

Editor : M. Subchan Abdullah
#direktorat jenderal bea dan cukai #Amanah #Nurtjahjo Budidananto #Sosok Baru #Kepala Kantor Bea Cukai Blitar