Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Gejolak Transparansi Pembangunan di Desa Rejosari Blitar, Audiensi Warga Temukan Titik Terang Ini

Akhmad Nur Khoiri • Jumat, 12 Desember 2025 | 17:33 WIB
Gejolak Transparansi Pembangunan di Desa Rejosari Blitar, Audiensi Warga Temukan Titik Terang Ini
Gejolak Transparansi Pembangunan di Desa Rejosari Blitar, Audiensi Warga Temukan Titik Terang Ini

BLITAR - PROSES penyelesaian persoalan internal di Desa Rejosari, Kecamatan Wonodadi, menunjukkan perkembangan penting setelah audiensi antara warga dan Pemerintah Desa (Pemdes) Rejosari digelar pada awal pekan ini. Pertemuan yang sebelumnya dipicu sejumlah persoalan administratif maupun komunikasi pembangunan itu akhirnya menghasilkan kesepahaman bersama.

Warga menyebut suasana audiensi berlangsung lebih terbuka sehingga titik-titik permasalahan yang sebelumnya menimbulkan gesekan dapat mulai diredam. Perwakilan peserta audiensi, Masruhi menyampaikan, ruang dialog tersebut menghadirkan titik temu antara berbagai pihak.

Menurutnya, sebagian besar persoalan yang sebelumnya menimbulkan kegelisahan warga kini telah dipahami bersama. “Sudah ada titik temu antara permintaan masyarakat dan pemerintah desa,” ungkapnya usai audiensi.

Dia menambahkan, forum rembuk yang digelar itu menjadi wadah bagi warga untuk memastikan tidak ada lagi langkah-langkah lanjutan yang berpotensi memicu konflik. “Insya Allah ini sudah klir, sehingga tidak perlu ada gerakan-gerakan yang lain,” lanjutnya.

Salah satu perhatian utama warga adalah soal tatanan pemdes ke depan. Masruhi menjelaskan, masa jabatan beberapa ketua RT sudah hampir berakhir sehingga warga mengusulkan pelaksanaan rapat pemilihan yang lebih transparan.

“Tatanan ke depan terkait segala sesuatu bisa lebih baik di desa. Salah satunya adalah jabatan dari RT hampir habis, masyarakat minta ada rapat pilihan ke depannya,” ujarnya.

Selain itu, pembangunan gorong-gorong yang termasuk dalam proyek desa turut menjadi sorotan. Warga menilai belum ada sosialisasi terkait pembangunan yang menyasar tanah pemajakan desa sehingga memunculkan kebingungan.

“Ada satu titik pembangunan gorong-gorong termasuk di proyek desa yang menyasar tanah pemajakan desa. Itu belum ada sosialisasi, jadi ada masyarakat yang bingung, sehingga harus ada rembukan lebih lanjut,” jelasnya.

Masalah lain yang mencuat adalah posisi badan permusyawaratan desa (BPD). Masruhi menyebut tidak ada pembahasan lanjutan terkait BPD dalam audiensi tersebut. “BPD tidak ada pembahasan lebih lanjut, karena pemdes sudah bilang jika BPD sudah mengundurkan diri,” katanya.

Dengan adanya ruang komunikasi yang mulai terbuka, warga berharap proses penataan desa ke depan dapat berjalan lebih tertib dan akuntabel. Pemdes diminta menjaga transparansi, sementara warga siap mendukung perbaikan agar dinamika di Desa Rejosari kembali kondusif. (kho/c1/ynu) (*)

Editor : M. Subchan Abdullah
#warga #pemerintah desa #persoalan internal #Desa Rejosari #perkembangan #audiensi