BLITAR – Menjelang momen perayaan Natal 2025, Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar beserta jajaran memastikan keamanan pangan di Bumi Bung Karno. Jangan sampai produk pangan yang dijual di pasaran tidak layak makan karena rusak atau kedaluwarsa.
Kamis (11/12/2025), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Blitar melakukan inspeksi keamanan pangan di empat titik grosir atau toko kelontong. Hasilnya, petugas menemukan ada kemasan produk yang rusak hingga kedaluwarsa. Petugas yang tergabung dalam Tim Koordinasi Pengawasan Pembinaan Makanan dan Obat (TKP2MO) langsung mendata sejumlah produk tak layak edar tersebut dan meminta grosir untuk menyingkirkan dari pajangan.
Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Blitar, Endang Purwono mengatakan, kegiatanTKP2MO ini penting dilakukan untuk menjamin keamanan pangan dan melindungi konsumen. Dari empat titik grosir tersebut, ditemukan sejumlah catatan terkait kemasan dan tenggat waktu kedaluwarsa makanan yang masih dijual.
“Pengawasan kami fokuskan pada produk yang tidak layak, seperti makanan kedaluwarsa, kemasan kaleng rusak, hingga bungkus yang digerogoti binatang pengerat,” jelasnya, kemarin.
Endang menegaskan, sidak dilakukan secara berkala, terlebih menjelang momen perayaan Natal. Sebab, tingkat konsumsi masyarakat di momen hari raya keagamaan meningkat. Selain itu juga bertepatan dengan momen libur panjang tahun baru.
"Ya, kami masih menemukan produk makanan kedaluwarsa, salah satunya adalah. Roti tersebut kedaluwarsa sejak November, tetapi masih tetap dipajang di etalase," ungkapnya.
Produk yang ditemukan rusak maupun kedaluwarsa langsung disampaikan kepada pemilik toko. Petugas meminta pemilik untuk menyingkirkan produk tak layak konsumsi tersebut dari etalase.
“Sejumlah temuan itu kami data. Untuk pemilik toko akan kami lakukan pembinaan lebih lanjut dan pengawasan secara berkala agar mutu produk yang dijual benar-benar baik, karena demi keamanan masyarakat,” tandasnya.(mg2/c1/sub) (*)
Editor : M. Subchan Abdullah