Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Selama 2025, Petugas Damkar Kabupaten Blitar Evakuasi Puluhan di Lingkungan Rumah Warga

Akhmad Nur Khoiri • Sabtu, 13 Desember 2025 | 21:05 WIB
EVAKUASI: Tim Damkar Kabupaten Blitar melakukan evakuasi ular yang dilaporkan memasuki rumah warga.
EVAKUASI: Tim Damkar Kabupaten Blitar melakukan evakuasi ular yang dilaporkan memasuki rumah warga.

BLITAR KAWENTAR - Satpol PP dan Damkar Kabupaten Blitar mencatat meningkatnya laporan keberadaan ular di wilayah permukiman sepanjang 2025.

Sejak Januari hingga Oktober 2025, unit pemadaman dan penyelamatan menangani 65 kejadian evakuasi ular, baik kobra maupun piton. Sebagian besar ular ditemukan di halaman rumah, dapur, hingga tumpukan barang yang lembap.

Fenomena ini menjadi perhatian publik setelah beberapa kali warga dibuat panik oleh kemunculan ular di pekarangan.

Kasi Pemadaman, Penyelamat, dan Sarana Prasarana Satpol PP dan Damkar Kabupaten Blitar, Tedi Prasojo mengatakan, laporan yang masuk sepanjang 2025 menunjukkan pola yang sama setiap pergantian musim.

“Jika memasuki musim penghujan, telur ular memang mulai menetas. Mereka mencari tempat yang lebih hangat atau lebih kering, biasanya berpindah ke pekarangan, tumpukan kayu, sampai pakaian yang berada di lantai,” ujarnya.

Data bulanan menunjukkan, dinamika laporan yang terus berubah.

Pada Januari tercatat 4 kejadian, Februari 8 kejadian, Maret dan April masing-masing 9 kejadian.

Mei menjadi satu-satunya bulan tanpa laporan sebelum kembali meningkat pada Juni dengan 11 evakuasi. Juli mencatat 7 kejadian, Agustus 4 kejadian, September 8 kejadian, dan Oktober 5 kejadian.

Total keseluruhan mencapai 65 penanganan selama sepuluh bulan pertama.

Menurut Tedi, sebagian besar ular yang dievakuasi adalah kobra dan piton. Kedua jenis ini memiliki karakteristik berbeda, tetapi sama-sama berpotensi membahayakan warga jika tidak ditangani dengan benar.

Dia mengingatkan, kobra sering ditemukan di tempat yang hangat atau lembap, sementara piton kerap masuk ke lingkungan rumah untuk mencari mangsa seperti ayam dan tikus.

Baca Juga: Suporter PSBI Blitar Bangkit dari Tidur Lama, Penuhi Tribun Stadion Gelora Panataran

“Maka kalau lokasi itu banyak tikus, peluang ular datang juga lebih besar,” katanya.

Tedi menegaskan, masyarakat perlu memahami cara menghadapi kemunculan ular agar tidak menimbulkan risiko tambahan.

Untuk kobra, warga diminta menjaga jarak, menggunakan alat bantu jika ingin mengusir dan tidak mendekati area semburan bisa.

Pada ular piton, dia mengingatkan agar warga tidak panik dan tidak mencoba menangkap sendiri.

“Kalau piton sudah melilit, itu harus ditangani oleh lebih dari satu orang dan dilakukan dari ujung ekornya,” ujarnya.

Dia berharap warga segera menghubungi damkar jika menemukan ular di sekitar rumah.

Dengan tren laporan yang masih bermunculan, damkar meminta masyarakat menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi tumpukan barang, dan mengawasi area lembap yang berpotensi menjadi tempat persembunyian ular.

“Jangan ambil risiko. Kami siap membantu kapan saja demi keselamatan bersama,” tandasnya. (kho/c1/ynu)

 

Editor : M. Subchan Abdullah
#tahun 2025 #damkar kabupaten blitar #petugas #evakuasi ular #satpol pp