Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Bibit Siklon Tropis 91S, 92S, dan 93S Muncul Bersamaan di Sekitar Indonesia, BMKG Ungkap Penyebab dan Potensi Dampaknya

Anggi Septian A.P. • Minggu, 14 Desember 2025 | 03:20 WIB
Bibit siklon tropis 91S, 92S, dan 93S terdeteksi BMKG. Ini penjelasan penyebab kemunculannya dan potensi dampaknya bagi Indonesia.
Bibit siklon tropis 91S, 92S, dan 93S terdeteksi BMKG. Ini penjelasan penyebab kemunculannya dan potensi dampaknya bagi Indonesia.

BLITAR KAWENTAR – Kemunculan bibit siklon tropis 91S, 92S, dan 93S secara hampir bersamaan di sekitar wilayah Indonesia menjadi perhatian serius masyarakat dan pemangku kepentingan kebencanaan.

Fenomena ini terdeteksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam beberapa hari terakhir.

Bibit siklon tropis tersebut muncul di wilayah perairan Samudra Hindia dan selatan Indonesia.

Meski Indonesia berada di sekitar garis katulistiwa, area dengan gaya Coriolis relatif kecil, bibit siklon tropis tetap dapat terbentuk di perairan sekitarnya.

BMKG menjelaskan, kemunculan bibit siklon tropis 91S, 92S, dan 93S masih berada dalam pola iklim tahunan yang wajar.

Namun, keberadaannya tetap perlu diwaspadai karena berpotensi memicu cuaca ekstrem di sejumlah wilayah.

Lokasi Bibit Siklon Tropis yang Terpantau

Prakirawan Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta BMKG, Ashari Putri Cempaka, menjelaskan bahwa pusat sirkulasi bibit siklon tropis 91S terpantau di sekitar 4,9 derajat lintang selatan dan 96,1 derajat bujur timur. Lokasi ini masih berada dalam wilayah pemantauan TCWC Jakarta.

Sementara itu, bibit siklon tropis 92S mulai terbentuk pada 10 Desember di wilayah Samudra Hindia bagian tengah. Sedangkan bibit siklon tropis 93S terdeteksi pada 11 Desember di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Barat.

Bibit siklon tropis sendiri merupakan tahap awal pembentukan siklon tropis, yaitu badai kuat dengan radius rata-rata antara 150 hingga 200 kilometer.

Mengapa Bibit Siklon Bisa Muncul Bersamaan

Ashari menjelaskan, aktivitas maksimum siklon tropis di wilayah Indonesia umumnya terjadi pada periode Juli hingga Oktober.

Namun, pada November hingga Desember, aktivitas tersebut memang menurun, meski masih cukup tinggi untuk memunculkan beberapa bibit siklon sekaligus.

“Maraknya bibit siklon tropis dalam beberapa hari terakhir bukanlah fenomena yang janggal,” jelas Ashari.

Kondisi ini dipengaruhi oleh suhu laut yang hangat dan lembap. Laut yang hangat menyediakan energi besar bagi pembentukan awan konvektif dan sistem tekanan rendah, yang menjadi cikal bakal bibit siklon tropis.

Pengaruh Fenomena Iklim Global

Selain faktor musiman, kemunculan bibit siklon tropis 91S, 92S, dan 93S juga diperkuat oleh sejumlah fenomena iklim global. Salah satunya adalah kondisi La Nina lemah di Samudra Pasifik.

Kemudian, terdapat pula fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) negatif di Samudra Hindia. Kondisi ini meningkatkan kelembapan udara dan memperkuat pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia dan sekitarnya.

Fenomena atmosfer lainnya seperti Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang Kelvin, dan gelombang Rossby turut memperluas serta mengintensifkan area pertumbuhan awan konvektif.

“Berbagai fenomena ini bekerja bersamaan, sehingga mendukung terbentuknya beberapa bibit siklon tropis dalam waktu yang relatif berdekatan,” terang Ashari.

Potensi Dampak yang Perlu Diwaspadai

Meski masih berada pada tahap bibit, BMKG mengingatkan bahwa bibit siklon tropis dapat memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca di Indonesia.

Potensi dampak tersebut antara lain peningkatan curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, angin kencang, serta gelombang tinggi di wilayah perairan sekitar lokasi bibit siklon.

BMKG terus memantau perkembangan ketiga bibit siklon tropis tersebut.

Masyarakat, khususnya yang berada di wilayah pesisir dan perairan, diimbau untuk rutin memperbarui informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG.

Dengan pemantauan intensif dan kesiapsiagaan bersama, diharapkan potensi risiko akibat bibit siklon tropis 91S, 92S, dan 93S dapat diantisipasi sejak dini.(*)

Editor : Anggi Septian A.P.
#cuaca ekstrem #Siklon Tropis 91S #bmkg #bibit siklon tropis #Samudra Hindia