BLITAR – Pendapatan pajak mineral bukan logam dan batuan (MBLB) Kabupaten Blitar mencatat capaian menggembirakan hingga menjelang akhir tahun anggaran 2025. Bahkan capaian pajak MBLB melampaui target yang telah ditetapkan yakni Rp 2 miliar. Jumlah itu bisa bertambah, karena masih ada sisa dua minggu tutup anggaran.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Blitar, Asmaning Ayu mengatakan, setelah perubahan anggaran keuangan (PAK), target pajak MBLB ditetapkan sebesar Rp 1,8 miliar dari sebelumnya hanya Rp 606 juta.
Namun, realisasi yang tercapai sejak awal Desember lalu justru melebihi target tersebut. “Setelah PAK, target MBLB kami naikkan menjadi Rp 1,8 miliar. Alhamdulillah, realisasinya sudah mencapai lebih dari Rp 2 miliar pada 8 Desember, tepatnya Rp 2.059.499.402,” ujarnya.
Ayu, sapaan akrabnya menyebut, capaian ini menunjukkan kinerja pemungutan pajak yang semakin optimal. Bahkan, jika dibandingkan dengan realisasi tahun sebelumnya, lonjakannya cukup signifikan.
Pada 2024 lalu, pendapatan pajak MBLB hanya mencapai sekitar Rp 360 juta. Ayu bersyukur capaian pajak ini, sekarang melonjak cukup tinggi. Pada awal penetapan target, bapenda belum berani memasang angka yang terlalu tinggi. Pasalnya, pengelolaan dan pengawasan pajak MBLB baru berjalan efektif mulai pertengahan tahun.
“Kami baru running efektif mulai Juli. Jadi saat menyusun target, kami masih melihat kinerja dan dinamika di lapangan. Setelah ada inovasi pos pengawasan MBLB, kini capaian pajak melonjak tinggi,” imbuhnya.
Saat ini, tercatat ada 14 pos pengawasan pajak MBLB di Kabupaten Blitar. Dari jumlah tersebut, empat pos baru mulai beroperasi aktif sejak Desember ini, karena sebelumnya mendeteksi adanya kebocoran di beberapa lokasi dekat tambang.
Dengan bertambahnya jumlah pos pengawasan MBLB dan meningkatnya kinerja pemungutan pajak, Ayu optimistis, target pajak MBLB pada 2026 mendatang bisa dipasang lebih tinggi. Capaian tahun ini juga menjadi indikator bahwa potensi sektor pertambangan di Kabupaten Blitar cukup besar.
“Insyaallah tahun depan target bisa lebih tinggi. Ini menunjukkan potensi pertambangan di Kabupaten Blitar cukup besar, meski tetap harus disikapi dengan hati-hati karena dinamika sektor ini cukup tinggi,” pungkasnya. (jar/c1/ynu) (*)
Editor : M. Subchan Abdullah