BLITAR - Arus kunjungan wisata ke Makam Bung Karno (MBK) diprediksi meningkat selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar mulai mengantisipasi lonjakan pengunjung seiring tingginya minat wisatawan yang biasa datang pada akhir tahun.
Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Blitar, Rike Rochmawati mengatakan, MBK masih menjadi destinasi utama bagi sejumlah wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia. Destinasi wisata yang menawarkan nilai sejarah ini selalu menjadi magnet wisatawan, terutama saat momentum libur panjang.
“Pada momen Nataru, kunjungan ke MBK biasanya mengalami peningkatan dibanding hari biasa. Karena itu kami mulai menyiapkan pengelolaan kawasan agar arus pengunjung tetap aman dan nyaman ketika berkunjung di MBK,” ujarnya, Minggu (14/12/2025).
Menurut Rike, rata-rata kunjungan wisatawan ke Bumi Bung Karno dalam kondisi normal berada di kisaran 15 ribu hingga 20 ribu orang per bulan. Namun pada libur akhir tahun, angka tersebut diperkirakan naik hingga sekitar 25 ribu pengunjung.
Lonjakan pengunjung tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah agar tidak menimbulkan penumpukan di kawasan wisata. Disbudpar pun mengimbau pengelola destinasi untuk memperhatikan pengaturan kawasan, terutama kebersihan dan ketertiban.
“Dengan potensi kenaikan pengunjung, kami meminta pengelola kawasan wisata lebih siap dalam pelayanan, termasuk menjaga kebersihan dan kenyamanan pengunjung. Layani dengan sebaik-baiknya agar pengunjung merasa nyaman,” jelasnya.
Selain itu, disbudpar juga berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mendukung pengamanan serta kelancaran aktivitas wisata selama libur Nataru. Salah satunya dari pihak kepolisian dan aparat keamanan terkait lainnya. ”Ini penting agar pengamanan kunjungan wisata selama libur panjang Nataru bisa berjalan aman dan lancar,” tegas Rike.
Dengan antisipasi tersebut, Pemkot Blitar berharap lonjakan kunjungan wisata pada libur Nataru dapat memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata tanpa mengurangi kenyamanan wisatawan. ”Otomatis dampaknya pada pendapatan daerah yang mengalami kenaikan,” tandasnya.(mg2/c1/sub) (*)
Editor : M. Subchan Abdullah