BLITAR – Dua tim asal Kabupaten Blitar harus berbeda nasib di Liga 4 Piala Gubernur Jawa Timur 2025/2026. PSBI Blitar berhasil melangkah ke fase 32 besar, sedangkan Blitar Poetra harus terisingkir usai tanpa kemenangan di 3 laga yang dilakoninya. Dalam babak penyisihan, kedua tim sama-sama berada dalam Grup P.
Pelatih PSBI Blitar, Kurnia Patmedi, mengaku bahwa ada salah satu pemainnya yang sempat diprovokasi oleh pemain Persenga Nganjuk sehingga tampil tidak maksimal. Bahkan buktinya ada, karena pemain PSBI Blitar ada yang merupakan mantan anak didik dari pelatih Persenga Nganjuk. Namun, dia tidak menganggap hal ini menjadi satu-satunya faktor kekalahan.
“Untuk menghadapi babak 32 besar, kami harus banyak berbenah. Karena tiga kali pertandingan, kami sedikit kacau saat transisi dari menyerang ke bertahan. Banyak pemain belakang yang kurang focus sehingga menciptakan peluang lawan,” ujarnya.
Kurnia melanjutkan, pemain PSBI Blitar banyak yang masih muda dan secara postur tubuh masih perlu digembleng lagi. Dia akan terus menyiapkan untuk babak 32 besar, beberapa pemain absen saat melawan Persenga Nganjuk. Hal itu disengaja agar dalam fase berikutnya lebih siap dan matang melawan tim dari kota lain.
“Kami intesifkan latihan, karena tiap minggu ada empat kali berlatih. Apalagi 5 Januari 2026 harus bertanding lagi,” ungkapnya.
Sementara itu, pelatih Blitar Poetra, Dhanny Kusmanto, menganggap tidak lolos tim asuhnya sebagai bahan evaluasi. Dia menegaskan, tim pelatih akan fokus melakukan pembenahan, khususnya dalam aspek pertahanan dan kondisi fisik pemain agar mampu menjaga konsistensi permainan sepanjang laga.
“Evaluasi utama kami adalah perbaikan defend dan peningkatan stamina pemain. Tahun depan, kami masih ikut kompetisi Liga 4, tentu dengan materi yang lebih matang,” tegasnya.
Meski gagal melangkah ke babak berikutnya, Dhany tetap optimistis terhadap masa depan Blitar Poetra FC. Dia berharap tim akan tetap konsisten dengan komposisi pemain muda yang ada saat ini dan bisa berkualitas di masa mendatang.
“Kami tetap stay dengan Blitar Poetra. Rata-rata pemain kami berusia 18–19 tahun. Ini adalah prospek jangka panjang yang kami siapkan untuk musim berikutnya,” pungkasnya. (jar/c1/ynu) (*)
Editor : M. Subchan Abdullah