BLITAR – Kondisi ekonomi masyarakat Kabupaten Blitar dinilai terus menunjukkan tren membaik. Indikasinya terlihat dari berkurangnya jumlah mahasiswa kurang mampu yang mengajukan bantuan biaya pendidikan pada 2025.
Bupati Blitar, Rijanto menyebut, dari seluruh pendaftar program bantuan biaya pendidikan mahasiswa tahun ini, jumlah mahasiswa kategori kurang mampu jauh lebih sedikit dibanding mahasiswa berprestasi.
Hal itu menjadi sinyal positif bahwa daya dukung ekonomi keluarga mulai meningkat. “Dalam bantuan ini yang daftar kategori kurang mampu hanya 187 orang, dan setelah seleksi yang lolos 158. Hal ini menunjukkan ekonomi masyarakat semakin membaik,” ujarnya, Rabu (17/12/2025).
Rijanto melanjutkan, program bantuan biaya pendidikan ini menyasar dua kategori yakni mahasiswa berprestasi dan mahasiswa kurang mampu. Proses seleksi dilakukan cukup panjang, mulai dari pendaftaran, penjaringan, hingga verifikasi selama sekitar tiga bulan. Untuk kategori mahasiswa berprestasi, animo pendaftar terbilang tinggi.
Total ada 1.690 mahasiswa yang mendaftar. Setelah melalui seleksi administrasi dan verifikasi, sebanyak 1.548 mahasiswa dinyatakan lolos, sementara 142 lainnya tidak memenuhi syarat.
Sementara itu, pada kategori mahasiswa kurang mampu, jumlah pendaftar relatif kecil. Dari 187 pendaftar, sebanyak 158 mahasiswa dinyatakan lolos seleksi dan 29 tidak lolos. “Total penerima bantuan tahun ini ada 1.706 mahasiswa, baik dari jalur prestasi maupun kurang mampu. Program ini berasal dari anggaran APBD Kabupaten Blitar sebesar Rp 5 miliar,” ungkapnya.
Dana tersebut kemudian dibagi proporsional sesuai kategori penerima. Mahasiswa berprestasi masing-masing menerima bantuan sebesar Rp 3 juta, sedangkan mahasiswa kurang mampu menerima Rp 2,25 juta per orang. Penyaluran bantuan dilakukan melalui BPR Penataran. Setiap penerima akan mendapatkan bantuan dalam bentuk tabungan sehingga bisa diakses kapan saja sesuai kebutuhan.
Menurutnya, mekanisme tabungan dipilih agar mahasiswa lebih mudah mengatur kebutuhan akademik. Bantuan tersebut diharapkan benar-benar digunakan untuk kepentingan pendidikan, bukan untuk konsumsi di luar kebutuhan kuliah.
“Ini stimulan untuk meringankan beban biaya belajar. Saya pesan betul, jangan dipakai untuk beli HP, nongkrong, atau hal-hal di luar kepentingan kuliah,” tegasnya.
Rijanto menambahkan, program bantuan pendidikan ini merupakan bagian dari visi misi Kabupaten Blitar “Berdaya dan Berjaya” yang dijabarkan dalam empat Catur Dharma pembangunan. Salah satu fokus utamanya adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Ke depan, Pemkab Blitar berkomitmen tetap mengalokasikan anggaran serupa, bahkan memperluas cakupan program melalui skema satu desa satu mahasiswa dengan kriteria tertentu. “Peningkatan SDM menjadi investasi jangka panjang. Harapannya, mahasiswa Blitar bisa lulus tepat waktu, memiliki masa depan cerah, dan berkontribusi bagi daerah,” pungkasnya. (jar/c1/ynu) (*)
Editor : M. Subchan Abdullah