Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Dua Dapur MBG di Kota Blitar Terpaksa Tutup Sementara, Bagaimana Nasib Pekerjanya?

M. Subchan Abdullah • Senin, 22 Desember 2025 | 17:50 WIB

 

Dua Dapur MBG di Kota Blitar Terpaksa Tutup Sementara, Bagaimana Nasib Pekerjanya?
Dua Dapur MBG di Kota Blitar Terpaksa Tutup Sementara, Bagaimana Nasib Pekerjanya?

BLITAR - Dua dari 11 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bumi Bung Karno harus berhenti operasional untuk sementara waktu. Penyebabnya diduga karena terkendala administrasi keuangan.

Usut punya usut, dana untuk operasional MBG dari pemerintah pusat belum cair. Informasinya, pencairan dana masih menunggu antrean, mengingat banyaknya dapur MBG yang tersebar di Blitar Raya.

Koordinator Wilayah Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Blitar, Imam Samsudin, menegaskan bahwapenghentian sementara operasional dua dapur SPPG di Kota Blitar tidak disebabkan oleh kendala serius. Dia menyebut persoalan yang terjadi murni karena faktor antrean pencairan dana dari pemerintah pusat, terlebih menjelang akhir tahun anggaran.

Menurut Imam, seluruh proposal pengajuan operasional dari masing-masing SPPG sebenarnya telah disetujui. Namun, proses pencairan masih harus menunggu giliran sehingga berdampak pada keberlangsungan operasional sebagian dapur.

“Tidak ada kendala yang cukup berarti. Ini hanya karena faktor antrean pencairan saja, ditambah momentum akhir tahun dan jelang tutup buku,” ujarnya, Minggu (21/12/2025).

Imam menjelaskan, dari total 11 SPPG yang ada dan terdaftar di Kota Blitar, sebagian besar masih beroperasi dan menjalankan program MBG seperti biasa. Sementara itu, dapur yang berhenti sementara hanya dua SPPG, yakni SPPG Pakunden dan SPPG Tlumpu.

Dia memastikan penghentian tersebut bersifat sementara dan akan kembali beroperasi setelah proses pencairan dana selesai. Dia terus berkoordinasi dengan berbagai pihak agar operasional kedua SPPG tersebut dapat segera berjalan kembali.

Atas kondisi tersebut, Imam menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kota Blitar, khususnya para penerima manfaat dan relawan yang terdampak. Dia juga meminta dukungan dan doa dari masyarakat agar seluruh dapur SPPG dapat kembali beroperasi dan program MBG tetap dapat dirasakan manfaatnya.

“Kami mohon doa dan dukungannya. Semoga dua SPPG yang saat ini berhenti sementara bisa segera beroperasi kembali, sehingga program MBG di Kota Blitar dapat terus berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.(mg2/c1/sub) (*)

Editor : M. Subchan Abdullah
#bumi bung karno #administrasi keuangan #Makan Bergizi Gratis (MBG) #berhenti operasional