BLITAR - MENJALANKAN amanah sebagai seorang ibu dan perempuan karier di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar menjadi rutinitas Khusna Lindarti. Apalagi sejak pertengahan Oktober 2025, penghobi gowes ini menjalankan amanah sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Blitar. Memegang dua peranan penting tersebut, warga Desa Tegalrejo, Kecamatan Selopuro, ini memiliki tips jitu agar peranan tersebut berjalan beriringan.
Diakui Khusna, menjadi seorang ibu dan perempuan karier memiliki banyak tantangan, karena keduanya merupakan tugas yang harus diselesaikan tanpa saling mengabaikan. Dia harus membagi waktu antara keluarga dan pekerjaan. Jika sudah di rumah, dia ingin berkonsentrasi di urusan rumah tangga.
“Bagi saya, pekerjaan saya upayakan bisa selesai di kantor sampai jam berapa pun. Saya biasa menyelesaikan administrasi di kantor, kecuali apabila memang betul-betul pekerjaan itu tidak bisa selesai, baru saya bawa pulang karena saya juga tidak ingin pekerjaan itu sampai lewat sehari,” ungkap istri Bambang Priyadi ini.
Bagi Khusna, jabatan sekda adalah amanah dari Allah SWT, yang tugasnya membantu Bupati Blitar dan Wakil Bupati Blitar agar tetap bisa bersinergi membangun Kabupaten Blitar, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, membuat bahagia masyarakat, membuat semua perangkat daerah ini merasa aman, nyaman, melaksanakan tugas membantu Bupati Blitar dan Wakil Bupati Blitar.
“Amanah ini tentu harus saya jaga, harus saya laksanakan dengan penuh keikhlasan, karena saya yakin ikhlas itu akan memperlancarkan tugas-tugas saya, akan memudahkan saya untuk membantu bapak bupati dan wakil bupati, menyukseskan tugas-tugas beliau membangun Kabupaten Blitar,” terang Khusna.
Bagi ibu dua anak ini, keluarga tetap menjadi prioritas utama. Salah satu waktu untuk keluarga adalah pagi hari. Sebab, pagi hari adalah momen yang paling tepat untuk menyiapkan kebutuhan keluarga dalam sehari, minimal sarapan untuk suami dan anak-anak.
“Alhamdulillah saya di pagi hari masih bisa olahraga, pelihara tanaman, hingga bantu-bantu menyiapkan sarapan untuk keluarga. Saya berusaha agar berangkat kerja itu keluarga yang saya tinggalkan, minimal sudah ada sarapan,” jelas perempuan ramah ini.
Untuk mengelola pikiran agar tetap segar di tengah rutinitas kerja yang padat, dia sering kali berbagi cerita dengan keluarga, terutama suami. Tak heran, dukungan dari keluarga yang luar biasa sangat bermanfaat dalam perjalanan kariernya.
“Restu dan rida suami sangat penting dan alhamdulillah itu yang terjadi. Dengan pekerjaan saya, mungkin bisa jadi saya pulang tengah malam dan pagi sudah berangkat lagi, juga sering saya tinggal ke luar kota. Keluarga sangat memahami. Kebetulan suami saya dulu seorang birokrat dan sekarang sudah pensiun. Jadi tahu kesibukan saya itu seperti apa,” ungkapnya.
Untuk menjaga kondisi kesehatan tetap prima, dia harus bisa memperhatikan diri sendiri. Jika sudah ada sinyal tubuh butuh istirahat, dia akan istirahat. Bagi Khusna, olahraga itu adalah istirahat. Jadi, meskipun pada akhir pekan hingga awal pekan, dia tidak berada di rumah. Selama masih ada aktivitas olahraga, hal itu sudah termasuk istirahat.
“Olahraga itu menurut saya adalah istirahat dan itu sangat menyenangkan. Keseimbangan saya dalam hal pekerjaan itu adalah olahraga,” jelas sekda perempuan pertama di lingkungan Pemkab Blitar ini.
Dalam momen Hari Ibu ini, Khusna juga berpesan untuk para perempuan karier di lingkungan Pemkab Blitar, yakni perempuan harus tetap bahagia, harus tetap mampu merawat dirinya, harus tetap kuat, hingga harus tetap hebat. “Artinya, kita harus tetap meningkatkan kompetensi kita, pengetahuan kita, harus tetap membaca, mengikuti perkembangan zaman, dan saya yakin semua perempuan di lingkungan Pemkab Blitar bisa menjadi perempuan yang berkarya, berdaya, mandiri dan berdedikasi,” tegasnya. (*/c1/ynu) (*)
Editor : M. Subchan Abdullah