BLITAR KAWENTAR – Ketersediaan bahan pangan pokok bagi masyarakat dalam kondisi aman terkendali menjelang momen Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Berdasarkan hasil pantauan stok dan produksi lokal, pasokan pangan utama di wilayah Kabupaten Blitar diprediksi mencukupi bahkan mengalami surplus signifikan.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Blitar, Fauzia Laame menegaskan, sejumlah komoditas vital seperti beras, telur ayam, daging ayam, daging sapi, hingga minyak goreng berada dalam posisi aman untuk memenuhi lonjakan permintaan di akhir tahun.
"Untuk kondisi pasokan pangan pokok menjelang Nataru masih sangat aman. Produksi pangan kita di Desember ini masih sangat mencukupi untuk persiapan masyarakat menyambut Nataru," ujarnya.
Fauzia merinci, khusus untuk komoditas gabah dan beras di tingkat penggilingan saat ini menunjukkan angka yang sangat kuat.
Tercatat stok gabah kering panen (GKP) mencapai 1.379,02 ton, gabah kering giling (GKG) sebanyak 3.825,37 ton, dan stok beras siap edar sebesar 2.234,87 ton.
Ketangguhan kedaulatan pangan Kabupaten Blitar tahun ini juga tercermin dari angka produksi tahunan.
Sepanjang 2025, luas panen padi di Kabupaten Blitar mencapai 39.146 hektare dengan total produksi setara beras diprediksi menyentuh 129.028 ton.
"Jika dibandingkan dengan kebutuhan konsumsi masyarakat Kabupaten Blitar selama setahun yang sebesar 102.704 ton, maka ketersediaan beras kita di 2025 ini mengalami surplus sebesar 26.324 ton. Ini menjadi basis kuat bagi keamanan pasokan pasar lokal," tambahnya.
Selain padi, sektor jagung juga memberikan kontribusi besar dengan total produksi pipil kering diprediksi mencapai 302.123 ton hingga akhir tahun.
Keberhasilan produksi lokal ini menjadi faktor kunci yang menjaga stabilitas pasokan pangan di tengah fluktuasi harga beberapa komoditas musiman seperti cabai.
Baca Juga: Puluhan Sopir dan Kernet Bus Jalani Tes Urine di Terminal Kesamben Blitar, Ini Hasilnya
Meski demikian, DKPP tetap melakukan pemetaan wilayah secara rutin menggunakan sistem peta ketahanan dan kerentanan pangan.
Langkah ini diambil untuk memastikan distribusi pangan tetap merata hingga ke tingkat desa dan mencegah terjadinya kerawanan gizi di wilayah-wilayah tertentu.
"Kami terus memantau informasi ketahanan pangan secara akurat. Dengan stok yang ada, masyarakat tidak perlu khawatir mengenai ketersediaan bahan pokok di pasar-pasar Kabupaten Blitar selama masa Nataru ini," pungkas Fauzia. (kho/c1/ynu)
Editor : M. Subchan Abdullah