Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Polisi Turun Amankan Ibadah Natal di Blitar demi Ciptakan Raya Aman dan Nyaman

Akhmad Nur Khoiri • Jumat, 26 Desember 2025 | 21:53 WIB

‎KONDUSIF: Perayaan Natal pada gereja di Kecamatan Wonodadi berlangsung lancar.
‎KONDUSIF: Perayaan Natal pada gereja di Kecamatan Wonodadi berlangsung lancar.

BLITAR KAWENTAR – Pelaksanaan ibadah Natal di wilayah Kecamatan Wonodadi berlangsung lancar. Pada Rabu (23/12) dan Kamis (25/12), pengamanan gabungan TNI-Polri dilakukan di dua gereja berbeda sebagai upaya menciptakan rasa aman bagi jemaat saat menjalankan perayaan keagamaan.

‎‎Pengamanan pertama digelar di Gereja Santo Filipus, Desa Tawangrejo, pada Rabu (24/12) mulai pukul 17.00 WIB. Empat anggota Polri serta dua anggota TNI menempati titik-titik pengawasan di sekitar gereja.

Petugas disebar baik secara terbuka maupun tertutup untuk memantau situasi di luar maupun di dalam rumah ibadah.

‎‎Ibadah Natal dipimpin Romo Hatmoko CM dengan sekitar 70 jemaat hadir mengikuti misa bertema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”.

Selama kegiatan berlangsung, petugas pengamanan sempat berdialog dengan pihak gereja dan jemaat untuk memastikan kondisi tetap kondusif.

Kapolsek Wonodadi, Iptu M. Ali Sukron menyebut, langkah ini merupakan bentuk antisipasi agar kegiatan Natal bisa dijalankan tanpa gangguan.

‎“Kami ingin memastikan umat dapat beribadah dengan tenang. Karena itu pengamanan kami lakukan menyeluruh, baik dengan kehadiran personel di lapangan maupun patroli pengawasan,” ujarnya.

Dia menambahkan, pendekatan dialogis dipilih agar jemaat merasa nyaman dan tidak berjarak dengan aparat. ‎

Keesokan harinya, Kamis (25/12), pengamanan kembali dilakukan di Gereja GSJA Desa Jaten mulai pukul 07.00 WIB.

Pada perayaan ini, lima personel Polri dan dua personel TNI kembali diterjunkan. Jumlah jemaat yang hadir sekitar 60 orang dengan liturgi dipimpin oleh Pendeta Suyanto, mengangkat tema serupa mengenai keselamatan keluarga sebagai makna Natal tahun ini.

‎‎Di lokasi kedua, pola pengamanan tidak jauh berbeda. Aparat juga memberikan pesan kamtibmas kepada jemaat, termasuk imbauan menjaga toleransi antarumat beragama dan keamanan lingkungan masing-masing.

Baca Juga: Sopir Bus Positif Narkoba di Blitar Melarikan Diri, Polisi Gerak Cepat Lakukan Pengejaran

Menurut kapolsek, pendekatan humanis menjadi kunci agar masyarakat merasakan kehadiran polisi bukan hanya sebagai penjaga, melainkan mitra dalam suasana perayaan.

‎“Kehadiran kami bukan untuk membuat acara menjadi kaku, namun memastikan setiap jemaat merasa aman selama ibadah berlangsung. Toleransi dan keamanan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama,” tegas Kapolsek Wonodadi.

‎‎Respons jemaat di dua gereja tersebut disebut cukup baik. Beberapa pengurus gereja bahkan menyampaikan terima kasih atas kehadiran aparat yang siaga sejak awal ibadah. Hingga seluruh rangkaian perayaan selesai, situasi terpantau kondusif tanpa adanya gangguan keamanan.

‎‎Dengan dua pelaksanaan misa yang berjalan aman, Polsek Wonodadi menilai sinergi masyarakat, gereja, dan unsur pengamanan menjadi salah satu faktor keberhasilan pengamanan Natal tahun ini.

Kapolsek memastikan pengawasan tetap dilanjutkan selama masa perayaan berlangsung.

‎“Seluruh kegiatan berjalan khidmat dan tertib. Yang terpenting jemaat merasa tenang dan nyaman dalam beribadah,” tutup Iptu Ali Sukron. (kho/c1/ynu)

Editor : M. Subchan Abdullah
#pengamanan #perayaan natal #blitar #gereja #Wonodadi