BLITAR KAWENTAR - Prestasi sering kali hanya menampilkan hasil akhir. Tapi di balik satu medali, tersimpan perjuangan panjang yang tak terlihat. Kegagalan demi kegagalan tak membuat Beril Risniyati Nur Wijaya melemah.
Dia kini paham bagaimana rasanya jatuh, bahkan dua kali, di ajang bergengsi.
Dua ajang porprov dia jalani tanpa podium. Tanpa selebrasi. Tanpa kalungan medali. Namun, warga Kelurahan Turi, Kecamatan Sukorejo, ini tak pernah menyebut itu sebagai kekalahan. Baginya itu adalah bagian dari proses.
“Latihannya memang bertahap. Prosesnya lama,” ujarnya jujur.
Sebagai atlet angkat besi Kota Blitar, Beril paham bahwa kekuatan bukan dibangun dalam semalam. Ada fase membangun fondasi fisik, memperbaiki teknik, hingga mematangkan mental bertanding. Semua itu dijalani dengan disiplin.
Mental menjadi faktor krusial. Bukan hanya kuat mengangkat beban, melainkan juga kuat menahan tekanan. “Kalau lomba itu butuh mental yang bagus,” katanya.
Dia menjaga pola makan, asupan protein, dan suplemen. Berat badan pun harus terkontrol agar tetap kompetitif.
Di luar arena, tantangan lain menanti: kuliah di jurusan pendidikan olahraga di salah satu kampus swasta. Namun, Beril tak mengeluh. Dukungan keluarga membuatnya mampu menjaga keseimbangan antara pendidikan dan karier atlet.
Kerja keras itu akhirnya terbayar di porprov ketiga. Beril menembus podium dan mempersembahkan medali perunggu untuk Bumi Bung Karno. Sebuah pembuktian bahwa kegagalan bukan akhir cerita, melainkan jembatan menuju keberhasilan.
Baginya, prestasi bukan tentang siapa yang paling cepat sampai, tetapi siapa yang paling tahan bertahan.
Dia menitipkan sebuah pesan, khususnya bagi anak muda yang tengah berjuang meraih mimpi. “Orang hebat bukan yang tidak pernah jatuh, tapi yang selalu bangkit setiap kali terjatuh.”
Baca Juga: Jaring Bibit Atlet Muda Sepak Bola Blitar Lewat Kompetisi KU 10–12 Tahun
Dan bagi siapa pun yang sedang berjuang, tegas dia, tidak boleh takut untuk bermimpi, dan terus menghanghargai perjuangan.
“Kamu mampu. Kamu kuat. Kamu berharga. Dan mimpimu layak diperjuangkan.” Tandasnya.(sub/c1/ady)
Editor : M. Subchan Abdullah