BLITAR KAWENTAR – Okupansi beberapa penumpang kereta api (KA) jarak jauh di masa angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) menunjukkan tren positif. Salah satunya adalah KA Kahuripan relasi Blitar-Kiaracondong (Bandung).
KA jarak jauh yang mengawali keberangkatan dari Stasiun Blitar ini mencatatkan okupansi tertinggi mencapai sekitar 190 persen selama masa angkutan nataru.
Kondisi tersebut menunjukkan minat masyarakat dalam memanfaatkan masa liburan dengan naik kereta api cukup tinggi.
”Jadi, Bandung ini menjadi salah satu tujuan favorit penumpang dari Blitar. Kemudian disusul Yogyakarta dan Jakarta,” ungkap Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari.
Selain KA Kahuripan, ada juga KA Brantas dan KA Singasari yang mencatatkan okupansi paling tinggi selama masa angkutan nataru.
Untuk okupansi KA Brantas tambahan mencapai 156 persen, KA Brantas 156 persen dan KA Singasari mencapai 150 persen. Dua KA jarak jauh tersebut juga berangkat awal dari Stasiun Blitar.
Masa angkutan nataru diketahui berlangsung hingga 4 Januari. Hingga kemarin (2/1) tiket untuk keberangkatan di sejumlah daerah tujuan selama masa nataru masih tersedia.
Adapun di antaranya Surabaya Gubeng (17.599 tiket); Yogyakarta (7.642 tiket); Malang (6.451 tiket); Jakarta (2.060 tiket); Bandung (1.260 tiket) dan Pasar Senen (Jakarta) sebanyak 150 tiket.
Di samping itu, Daop 7 Madiun juga mencatat peningkatan okupansi penumpang sepanjang 2025 dibanding 2024.
Tercatat selama 2025 telah melayani total 5.920.069 penumpang.
Angka ini mengalami kenaikan sebesar 9% dibandingkan realisasi pada 2024 yang tercatat sebanyak 5.438.475 penumpang.
"Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan kesadaran masyarakat akan transportasi yang ramah lingkungan dan efisien, serta kualitas layanan yang terus kami tingkatkan. Tren positif ini terlihat jelas pada berbagai rute komersial, terutama saat momen puncak Angkutan Lebaran 2025 dan libur Natal & Tahun Baru (Nataru) 2025/2026," ujar Tohari.(sub)
Editor : M. Subchan Abdullah