BLITAR KAWENTAR - Pengurus Besar JuJitsu Indonesia (PBJI) Kota Blitar menegaskan arah pembinaan atlet menjadi agenda utama organisasi ke depan.
Sebab, pembinaan secara terstruktur sangat penting untuk menyiapkan atlet potensial dan siap menghadapi kompetisi level regional, nasional hingga internasional.
Upaya tersebut dikemukakan dalam Musyawarah Kota (Muskot) PBJI Kota Blitar ke-2 beberapa waktu lalu. Muskot tersebut menjadi forum evaluasi pembinaan JuJitsu di Kota Blitar, sekaligus penataan organisasi untuk periode berikutnya.
Pada kesempatan itu, sejumlah pelatih dan atlet turut menyampaikan masukan terkait pola latihan, regenerasi atlet, serta kesiapan menghadapi kejuaraan tingkat regional maupun provinsi
Ketua Umum PBJI Kota Blitar Ardan Abadan menegaskan, tantangan utama PBJI Kota Blitar ke depan adalah menjaga kesinambungan pembinaan, bukan sekadar mengejar prestasi sesaat.
“Yang ingin kami benahi pertama adalah sistem latihannya. Pembinaan atlet harus berjalan rutin, terukur, dan berjenjang, supaya prestasi tidak putus di satu generasi saja,” ujar ketua periode 2026/2030 ini.
Baca Juga: PSBI Blitar Optimis Hadapi Babak 32 Besar meski Tak Menang di Laga Uji Coba Lawan Perseta 1970
Dia menambahkan, pengurus akan mendorong peningkatan jam tanding dan try out agar atlet terbiasa menghadapi kompetisi.
“Kalau ingin atlet siap di level provinsi, mereka harus sering bertanding. Itu yang akan kami fokuskan,” katanya.(mg2/sub)
Editor : M. Subchan Abdullah