Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Kasihan! Bansos PKH Nenek di Blitar Tiba-tiba Lenyap Entah Kemana, Begini Respon Dinsos

Fajar Rahmad Ali Wardana • Senin, 5 Januari 2026 | 08:50 WIB

Ilustrasi PKH Hilang.
Ilustrasi PKH Hilang.

BLITAR KAWENTAR – Nasib pilu menimpa Tumirah, 63, warga kurang mampu asal Desa/Kecamatan Kesamben.

Bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) yang seharusnya menjadi penopang hidup justru raib.

Uang bantuan tersebut diduga dikuras orang lain secara bertahap melalui kartu ATM PKH miliknya.

Peristiwa ini terungkap setelah Tumirah menelusuri keberadaan dana PKH miliknya yang tak kunjung bisa dicairkan.

Dari hasil pengecekan ke bank, diketahui dana PKH di rekening Tumirah telah ditarik sebanyak tiga kali transaksi oleh pihak lain.

“Benar, ada kejadian seperti itu. Saat ini kami masih berkoordinasi dengan pendamping PKH untuk mendalami persoalan ini,” ujar Kepala Bidang Perlindungan Jaminan Sosial (Kabid Lijamsos) Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Blitar, Yuni Urinawati.

Dia melanjutkan, berdasarkan informasi awal yang diterima dinsos, kartu ATM PKH milik Tumirah sempat dipegang oleh mantan ketua kelompok PKH.

Alasannya untuk mempermudah proses pencairan dana karena Tumirah sudah lanjut usia.

Kecurigaan muncul pada akhir Agustus 2025 saat kartu PKH Tumirah dicoba digunakan di mesin ATM wilayah Kesamben namun tidak bisa diakses.

Kondisi itu mendorong Tumirah bersama pendamping melakukan pengecekan langsung ke pihak bank.

Dari hasil print out transaksi tiga bulan terakhir, ditemukan beberapa kali penarikan tunai.

"Sayangnya, penarikan itu dilakukan menggunakan kartu PKH lain, dengan enam digit belakang yang berbeda dari kartu milik Bu Tumirah,” jelas Yuni. 

Dari situ, diketahui bahwa saldo PKH Tumirah telah dikuras oleh pihak lain.

Dinsos pun langsung turun tangan melakukan monitoring dan penelusuran lebih lanjut untuk memastikan siapa pelaku penarikan dana tersebut.

Dinsos Kabupaten Blitar juga telah meminta keterangan dari pendamping PKH terkait alasan kartu ATM tersebut dititipkan kepada mantan ketua kelompok.

Pemeriksaan lapangan dilakukan untuk mengungkap duduk perkara secara utuh.

“Saat ini kami masih mendalami. Kami terus berkoordinasi dengan pendamping PKH. Kalau sudah ada kejelasan, tentu akan kami sampaikan. Namun yang pasti nanti kami informasikan bagaimana fakta sebenarnya,” imbuh Yuni.

Menurut Yuni, dugaan yang menghabiskan uang PKH mengarah pada eks ketua kelompok PKH.

Namun, hal itu masih belum pasti dan pihaknya masih melakukan pendalaman. Dugaan tersebut masih akan dipastikan dalam waktu dekat.

“Dugaannya memang ke arah situ. Insya Allah, Senin atau Selasa sudah ada kejelasan,” pungkasnya.(jar/c1/ynu)

Editor : M. Subchan Abdullah
#Kesamben #program keluarga harapan #blitar #bansos #dinsos kabupaten blitar #hilang #nenek #bantuan sosial #bantuan pkh