Blitar – Ulah oknum tak bertanggungjawab mencuri asset PT KAI, yakni berupa baut rel yang berada wilayah Kecamatan Sanankulon. Ada 5 titik lokasi rel, yang bautnya dicuri oleh pelaku. Tentu hal itu berisiko membahayakan perjalan KAI, yang membawa pelanggan.
Dampak dari peristiwa ini, PT KAI Daop 7 Madiun mengecam keras aksi pencurian baut penambat bantalan rel yang terjadi di wilayah Blitar. Aksi tersebut dinilai bukan sekadar pencurian asset. Namun kejahatan serius yang berpotensi mengancam keselamatan perjalanan kereta api serta nyawa ribuan penumpang.
“Awalnya kami menemukan kehilangan 13 baut penambat di KM 127+358 petak jalan Blitar–Rejotangan. Namun dari pengembangan penyidikan kepolisian, pelaku mengakui telah mencuri di sedikitnya lima titik dengan total kehilangan mencapai 108 baut penambat rel,” ujar Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari.
Dia melanjutkan, bahwa kasus pencurian itu terungkap pada Rabu (7/1) sekitar pukul 06.00 WIB. Seorang terduga pelaku berhasil diamankan warga dan diserahkan ke Polsek Sanankulon. Informasi penangkapan tersebut diterima Kepala Regu (Karu) Jalan Rel B.2, Jaryanto, dari Kanit Reskrim Polsek Sanankulon.
Tohari menyebut pelaku tidak hanya beraksi di satu lokasi. Adapun lokasi pencurian yang diakui pelaku antara lain pada petak BH 537 KM 133+723, BH 536 KM 133+254, BH 532 KM 131+770, BH 524 KM 127+851, serta BH 522 KM 127+358.
“Akibat aksi tersebut, KAI mengalami kerugian materiil sekitar Rp 4.1 juta. Dari hasil pemeriksaan, pelaku juga mengaku menjual baut hasil curian kepada pengepul barang bekas di wilayah Desa Rembang, Kecamatan Sananwetan,” ungkapnya.
Tohari menegaskan bahwa baut penambat rel merupakan komponen vital dalam sistem perkeretaapian. Baut tersebut berfungsi menjaga posisi dan kestabilan rel agar tetap sesuai standar keselamatan.
Menurut Tohari kehilangan satu baut saja sudah meningkatkan risiko gangguan jalur. Hal itu lebih berisiko jika puluhan baut dicuri, potensi anjlokan kereta bisa terjadi. Apalagi Ini bukan soal nilai besi tua, tapi soal keselamatan manusia.
KAI pun mengimbau masyarakat untuk ikut menjaga dan melaporkan apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan di sekitar jalur rel, demi keselamatan bersama.
“Di lintas ini terdapat 34 perjalanan KA jarak jauh serta KA lokal Dhoho dan Panataran setiap hari. Volume penumpang mencapai 400–900 pelanggan KA jarak jauh dan 1.500–2.000 pelanggan KA lokal per hari. Keselamatan perjalanan kereta api adalah harga mati,” pungkasnya.(jar)
Editor : Fajar Rahmad Ali Wardana