Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Tidak Seperti Tahun-Tahun Sebelum, Angka Kunjungan MBK di Momen Libur Panjang Nataru 2025 Merosot

Noormalady Usman • Kamis, 8 Januari 2026 | 11:55 WIB
TURUN: Destinasi wisata sejarah Makam Bung Karno di Kota Blitar selalu jadi magnet wisatawan.
TURUN: Destinasi wisata sejarah Makam Bung Karno di Kota Blitar selalu jadi magnet wisatawan.

BLITAR KAWENTAR - Efisiensi anggaran yang dilakukan oleh pemerintah pusat mulai berdampak luas. Salah satunya pada jumlah kunjungan dan perjalanan wisata yang dilakukan oleh warga ke destinasi wisata tertentu yang lesu.

Misalnya terlihat pada jumlah pengunjung Makam Bung Karno (MBK) pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) lalu. arus peziarah dan wisatawan tetap ada, tetapi tidak sepadat periode akhir tahun sebelumnya.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disparbud) Kota Blitar mencatat, selama libur Nataru 2025-2026 lalu terdapat 28.048 orang yang berkunjung di makam Sang Proklamator.

Angka itu menurun jika dibandingkan libur Nataru 2024 yang bisa menembus 30.221 pengunjung.

Plt Kepala Disbudpar Kota Blitar, Rike Rochmawati menyebutkan, penurunan tersebut tidak terjadi tanpa sebab.

Salah satu faktor yang cukup terasa adalah kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat yang berdampak pada aktivitas perjalanan dan kunjungan wisata.

“Efisiensi anggaran dari pusat ikut berpengaruh terhadap mobilitas masyarakat, khususnya untuk melakukan perjalanan wisata,” ungkapnya, Kamis (8/1/2026).

Efisiensi tersebut, jelas dia, juga berdampak pada kebijakan di sejumlah daerah yang membatasi kegiatan karya wisata pelajar sehingga turut menekan angka kunjungan.

Kebijakan ini diberlakukan menyusul beberapa kejadian kecelakaan lalu lintas (lakalantas) yang melibatkan rombongan sekolah.

“Kalau wisata untuk pelajar, kan dari tahun sebelumnya sudah dibatasi karena ada insiden bus wisata pelajar,” bebernya.

Faktor lain yang tak kalah berpengaruh adalah semakin banyaknya pilihan destinasi wisata baru di berbagai daerah. Kondisi tersebut membuat wisatawan tidak lagi terfokus pada satu tujuan, termasuk untuk wisata sejarah di MBK.

Baca Juga: Saham DADA Bangkit Usai Diguyur Aksi Jual Bandar, Ini Sinyal Teknis dan Peluang Rebound yang Mulai Terbaca

“Sekarang destinasi wisata juga semakin beragam. Pengunjung punya banyak alternatif tempat wisata yang berbeda,” terangnya.

Dia berharap jumlah kunjungan ini wisatawan ke Kota Blitar bisa membaik seiring dengan semakin banyak dan beragamnya wisata buatan yang ada. Ini tentunya bisa menjadi sumber pendapatan daerah ke depannya.

“Ya, semoga kondisi bisa membaik, apalagi saat ini pemkot juga terus berupaya membuat fasilitas wisata-wisata buatan untuk memperkaya khazanah destinasi wisata di kota,” harapnya. (mg2/c1/ady)

Editor : M. Subchan Abdullah
#wisata makam bung karno #libur panjang nataru #kunjungan #Disbudpar #MBK #Kebijakan Efisiensi Anggaran #Kota Blitar