Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Upaya Pemkot Blitar Menjaga Rusa di Kandang Taman Kebon Rojo yang Terbatas

M. Subchan Abdullah • Jumat, 9 Januari 2026 | 17:05 WIB
MUDAH BERKEMBANG BIAK: Rusa menjadi salah satu koleksi satwa di Taman Kebon Rojo yang selalu menyedot perhatian pengunjung.
MUDAH BERKEMBANG BIAK: Rusa menjadi salah satu koleksi satwa di Taman Kebon Rojo yang selalu menyedot perhatian pengunjung.

 

BLITAR KAWENTAR - Hingga kini, Taman Kebon Rojo masih setia menjadi ruang hijau favorit masyarakat Blitar dan sekitarnya. Sejak pagi hingga sore, taman yang berada di jantung kota itu tak pernah sepi. Pengunjung tak henti keluar masuk taman, apalagi ketika akhir pekan atau libur panjang, pengunjungnya sampai membeludak.

Di Taman Kebon Rojo, anak-anak bermain, orang tua bersantai, hingga menikmati kesejukan pepohonan tanpa harus merogoh kocek dalam-dalam. Cukup membayar parkir kendaraan, masyarakat sudah bisa menikmati taman yang menyimpan nilai sejarah sekaligus fungsi edukasi lingkungan tersebut.

Namun, di balik kesederhanaannya sebagai destinasi wisata murah meriah, Kebon Rojo menyimpan cerita tentang upaya panjang Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar dalam menjaga keseimbangan antara ruang publik, konservasi satwa, dan kenyamanan pengunjung.

Seiring berjalannya waktu, pemkot terus berupaya mengembangkan taman ini agar lebih tertata, ramah pengunjung, sekaligus layak sebagai habitat satwa.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Blitar, Jajuk Indihartati mengatakan, Kebon Rojo bukan sekadar taman kota biasa. Di dalamnya terdapat koleksi satwa yang harus dirawat dengan standar kesehatan dan kesejahteraan yang memadai.

Karena itu, hampir setiap tahun pemkot selalu mengalokasikan anggaran untuk pemeliharaan fasilitas, perbaikan kandang, serta pemeriksaan kesehatan satwa secara berkala.

“Pengembangan Kebon Rojo, kami lakukan bertahap. Tidak hanya menambah fasilitas pengunjung, tapi juga memastikan satwa-satwa di dalamnya tetap sehat dan nyaman,” jelas Jajuk.

Salah satu satwa yang kini menjadi perhatian utama adalah rusa. Populasi rusa di Kebon Rojo terus bertambah dari tahun ke tahun.

Di satu sisi, hal itu menjadi indikator bahwa lingkungan taman masih cukup baik untuk mendukung perkembangbiakan satwa. Namun di sisi lain, keterbatasan luas kandang menjadi persoalan tersendiri.

“Kandang rusa di Kebon Rojo sangat terbatas. Kalau populasinya terus bertambah tanpa penanganan, justru akan berdampak pada kesehatan dan kenyamanan satwa itu sendiri,” ujarnya.

Baca Juga: Hasil 16 Besar Malaysia Open 2026 Hari Ketiga: Jonatan Christie Singkirkan Tuan Rumah, Ganda Putri Indonesia Bikin Kejutan Besar

Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemkot menyiapkan langkah strategis. Salah satunya dengan memindahkan sebagian rusa ke kawasan Eco Park Joko Pangon atau Taman Joko Pangon.

Kawasan yang berlokasi di Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, itu tengah dikembangkan sebagai taman berbasis konservasi dan edukasi lingkungan.

Konsep Eco Park Joko Pangon memang dirancang berbeda. Tidak hanya sebagai ruang terbuka hijau, kawasan ini nantinya akan menjadi rumah bagi sejumlah satwa dengan habitat yang lebih luas dan alami. “Pemindahan rusa ini penting agar mereka bisa hidup di tempat yang lebih representatif, lebih luas, dan sesuai dengan konsep konservasi,” terang perempuan ramah ini.

Meski begitu, proses pemindahan tidak dilakukan secara tergesa-gesa. Pada 2025 ini, pemkot masih memfokuskan penataan Eco Park Joko Pangon pada tahap awal.

Penyempurnaan area gerbang, jalur akses, dan fasilitas pendukung masih menjadi prioritas utama.

“Untuk konservasinya, kami mulai bertahap. Tahun ini fokus di infrastruktur dasarnya dulu,” jelasnya.

Sebagai informasi, pembangunan Eco Park Joko Pangon tahap I menelan anggaran sekitar Rp 2,5 miliar, sementara tahap II di tahun 2025 mencapai Rp 800 juta. Anggaran tersebut digunakan untuk membangun fasilitas dasar, penataan kawasan, serta mendukung konsep taman konservasi yang aman dan edukatif.

Ke depan, Eco Park Joko Pangon diharapkan juga menjadi ruang belajar terbuka bagi masyarakat. Di sana, warga dapat mengenal lebih dekat satwa, memahami pentingnya konservasi, serta menumbuhkan kesadaran akan pelestarian lingkungan sejak dini. (*/c1/ady)

Editor : M. Subchan Abdullah
#populasi #pengunjung #Taman Kebon Rojo #kandang #rusa #konservasi #Kota Blitar #Eco Park Joko Pangon