Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Jangan Panik! Dinkes Kabupaten Blitar Bagikan Langkah Awal Penanganan Anak Demam

Akhmad Nur Khoiri • Minggu, 11 Januari 2026 | 17:42 WIB
ILUSTRASI
ILUSTRASI

BLITAR KAWENTAR - Demam pada anak masih kerap memicu kepanikan di kalangan orang tua.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar mengingatkan, penanganan awal yang tepat di rumah menjadi kunci penting sebelum membawa anak ke fasilitas kesehatan.

Edukasi ini disampaikan sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat agar tidak salah langkah saat menghadapi kondisi demam pada anak.

Kepala Dinkes Kabupaten Blitar, dr Christine Indrawati mengatakan, langkah pertama yang perlu dilakukan orang tua adalah memantau suhu tubuh anak secara rutin.

Menurutnya, pemeriksaan sederhana bisa dilakukan dengan meraba dahi atau perut anak menggunakan punggung tangan.

“Kalau diraba terasa panas menyengat, itu sudah bisa dikatakan demam dan perlu diperhatikan dengan serius,” ujarnya.

Selain memantau suhu tubuh, dr Christine menekankan pentingnya mencegah dehidrasi, terutama pada bayi.

Dia menyarankan agar orang tua memberikan ASI sesering mungkin saat anak mengalami demam.

“Cairan sangat penting untuk membantu tubuh anak melawan infeksi dan menjaga kondisi tubuh tetap stabil,” katanya.

Terkait penanganan demam, dr Christine juga mengingatkan agar orang tua melakukan kompres dengan cara yang benar.

Dia menyebut penggunaan air biasa atau air hangat lebih dianjurkan dibandingkan air dingin atau es.

Baca Juga: Isu Kenaikan Gaji dan Rapel Pensiunan ASN 2026 Viral, TASPEN Kediri Tegaskan Belum Ada Keputusan Resmi Pemerintah

“Air dingin atau es justru bisa membuat pembuluh darah menyempit sehingga panas tubuh sulit keluar,” jelasnya.

Dia juga meminta orang tua tidak menyelimuti anak secara berlebihan saat demam.

Menurutnya, penggunaan pakaian atau selimut tebal dapat membuat panas tubuh terperangkap dan menyebabkan suhu semakin meningkat.

“Cukup pakaikan baju yang tipis dan nyaman agar panas tubuh bisa keluar secara alami,” ucap dr Christine.

Selain itu, metode skin-to-skin atau kontak langsung antara orang tua dan anak juga dapat dilakukan untuk membantu menstabilkan suhu tubuh.

“Pelukan di dada orang tua bisa membantu menenangkan anak sekaligus membantu kestabilan suhu tubuh, terutama pada bayi,” tuturnya.

Meski demam dapat ditangani di rumah, dr Christine menegaskan ada kondisi tertentu yang mengharuskan orang tua segera mencari bantuan medis.

Jika demam tidak turun, disertai kejang, muntah terus-menerus, sesak napas, atau anak terlihat sangat lemas, segera bawa ke fasilitas kesehatan.

Dinkes berharap edukasi ini dapat membantu orang tua bersikap lebih tenang dan tepat dalam menangani demam pada anak, sekaligus mencegah keterlambatan penanganan medis akibat kesalahan informasi atau kepanikan berlebihan.(kho/c1/ynu)

Editor : M. Subchan Abdullah
#orang tua #penanganan #panik #demam pada anak #dinkes kabupaten blitar