Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Lakukan Langkah Ini Jika Anak Terkena Diare, Ini Penjelasan Dinkes Kabupaten Blitar

M. Subchan Abdullah • Senin, 12 Januari 2026 | 14:55 WIB
Ilustrasi Diare
Ilustrasi Diare

BLITAR KAWENTAR – Para orang tua diimbau agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kasus diare pada anak, terutama balita. Imbauan ini disampaikan menyusul masih ditemukannya kasus diare yang berpotensi menimbulkan dehidrasi jika tidak ditangani dengan tepat sejak awal.

‎Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar, dr Christine Indrawati menegaskan, penanganan pertama di rumah memiliki peran penting sebelum anak dibawa ke fasilitas kesehatan.

Menurutnya, orang tua perlu memahami langkah awal yang benar agar kondisi anak tidak semakin memburuk.

“Dukungan pertama dari orang tua sangat menentukan. Diare pada anak harus segera ditangani dengan tepat untuk mencegah dehidrasi dan komplikasi lainnya,” ujarnya.

‎Christine menjelaskan, diare merupakan kondisi yang ditandai dengan meningkatnya frekuensi buang air besar menjadi tiga kali atau lebih dalam sehari dengan tekstur tinja yang lebih cair.

Kondisi ini bisa dialami siapa saja, termasuk anak-anak, dan dapat disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri, alergi makanan, reaksi obat-obatan tertentu, hingga gangguan pada saluran pencernaan.‎

‎Dalam penanganan awal, Dinkes Kabupaten Blitar menekankan, beberapa langkah penting yang perlu dilakukan orang tua. Bagi bayi usia di bawah enam bulan, pemberian ASI harus tetap dilanjutkan.

Sementara bagi anak yang sudah mendapatkan MP-ASI, orang tua dianjurkan tetap memberikan ASI disertai makanan pendamping sesuai usia.

‎‎Selain itu, pemberian cairan oralit harus segera dilakukan setiap kali anak mengalami buang air besar untuk mencegah kekurangan cairan.

Orang tua juga diingatkan agar tidak sembarangan memberikan obat tanpa anjuran tenaga kesehatan.

“Jangan memberikan obat apa pun tanpa rekomendasi petugas kesehatan. Penanganan yang keliru justru bisa memperparah kondisi anak,” kata Christine.

‎Dinkes Kabupaten Blitar juga menganjurkan pemberian suplemen zinc sesuai anjuran petugas kesehatan selama 10 hari berturut-turut. Pemberian zinc dinilai efektif membantu mempercepat pemulihan diare dan menurunkan risiko kekambuhan.

Orang tua perlu segera membawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat apabila kondisi anak semakin lemas, sangat haus, atau menolak minum. Tanda-tanda tersebut dapat mengarah pada dehidrasi berat yang membutuhkan penanganan medis.

‎‎Sebagai langkah pencegahan, Dinkes Kabupaten Blitar terus mengampanyekan pentingnya imunisasi Rotavirus (RV) bagi bayi usia dua, tiga, dan empat bulan melalui posyandu, puskesmas, maupun fasilitas kesehatan lainnya.

Selain itu, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) juga menjadi kunci utama pencegahan diare, seperti membiasakan cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir serta memastikan makanan dan minuman yang dikonsumsi aman dan bersih.

“Pencegahan dan penanganan dini harus berjalan beriringan. Dengan peran aktif orang tua, kami berharap kasus diare pada anak dapat ditekan,” pungkas Christine. (kho/c1/ynu)

Editor : M. Subchan Abdullah
#penanganan #balita #diare #dinas kesehatan #Anak Diare #dinkes kabupaten blitar #anak