Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Kafe Literasi di Perpustakaan Daerah Kota Blitar Bakal Dikelola HIPMI, Begini Konsepnya

M. Subchan Abdullah • Senin, 19 Januari 2026 | 14:05 WIB
PUSAT LITERASI: Dua pelajar SMA memilih buku yang akan dipinjam di Perpustakaan Daerah Kota Blitar beberapa waktu lalu.
PUSAT LITERASI: Dua pelajar SMA memilih buku yang akan dipinjam di Perpustakaan Daerah Kota Blitar beberapa waktu lalu.

BLITAR KAWENTAR – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dinsperpusip) Kota Blitar mengembangkan Kafe Literasi dalam meningkatkan minat baca di kalangan generasi muda. Dinas menggandeng Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Blitar sebagai mitra pengelola.

Kepala Disperpusip Kota Blitar, Yudha Budiono mengatakan, inovasi tersebut lahir dari kebutuhan menghadirkan suasana perpustakaan yang lebih ramah dan nyaman bagi masyarakat. Terutama bagi anak muda yang selama ini identik dengan ruang nongkrong dan aktivitas diskusi informal.

“Berbagai cara kami lakukan untuk meningkatkan literasi masyarakat. Salah satunya dengan membangun fasilitas Kafe Literasi di lingkungan perpustakaan,” ujarnya.

Bangunan Kafe Literasi tersebut berada di sisi samping ruang perpustakaan. Kafe ini sengaja dirancang sebagai ruang pendukung yang menyatu dengan aktivitas literasi, tanpa menghilangkan fungsi utama perpustakaan sebagai pusat ilmu pengetahuan.

Yudha menjelaskan, pengelolaan kafe nantinya akan diserahkan kepada pihak ketiga yakni HIPMI Kota Blitar.

Organisasi pengusaha muda tersebut dipilih karena dinilai memiliki pengalaman dan kompetensi dalam menjalankan usaha perkopian.

“HIPMI akan kami gandeng untuk mengelola kafe ini. Termasuk penyediaan fasilitas pendukung perkopian,” jelasnya.

Menariknya, Kafe Literasi ini tidak hanya diperuntukkan bagi pengunjung perpustakaan. Masyarakat umum juga dipersilakan datang dan menikmati fasilitas kafe, meskipun tidak sedang membaca atau meminjam buku.

“Kafe ini terbuka untuk siapa saja. Tidak harus masuk perpustakaan atau membaca buku terlebih dahulu. Harapannya, masyarakat yang datang ke kafe bisa tertarik untuk masuk dan berinteraksi dengan dunia literasi,” terangnya.

Inovasi Kafe Literasi ini merupakan bagian dari implementasi paradigma baru perpustakaan. Yakni sebagai pusat pembelajaran, pusat informasi, pusat penelitian, sekaligus pusat literasi masyarakat.

Dengan pendekatan tersebut, perpustakaan diharapkan tidak lagi dipandang sebagai ruang kaku dan sepi, melainkan sebagai ruang publik yang hidup dan inklusif.

Baca Juga: Dengar Langsung Persoalan Layanan di Lapangan, Menteri Nusron Kumpulkan Sejumlah Kepala Kantor Pertanahan di Jawa Barat

Sesuai rencana, Kafe Literasi ini ditargetkan mulai beroperasi pada tahun ini. Kehadirannya diharapkan mampu mendekatkan masyarakat, khususnya generasi muda, dengan budaya membaca.

Selain mengembangkan Kafe Literasi, Disperpusip Kota Blitar juga terus berupaya meningkatkan minat baca dengan menambah koleksi buku-buku terbaru yang sesuai dengan tren dan kebutuhan anak muda.

“Harapan kami, melalui Kafe Literasi dan penambahan koleksi buku, kegemaran membaca masyarakat Kota Blitar bisa terus meningkat,” pungkas Yudha.(*/c1/sub)

Editor : M. Subchan Abdullah
#generasi muda #anak muda #hipmi #pelajar #himpunan pengusaha muda indonesia #minat baca #kafe literasi #Dinperpusip Kota Blitar