BLITAR KAWENTAR – Layanan perizinan dan pembinaan teknis perikanan budi daya bagi masyarakat tengah dibuka. Layanan ini ditujukan untuk membantu pelaku usaha perikanan dalam memenuhi aspek legalitas sekaligus meningkatkan kualitas usaha budi daya ikan.
Dalam layanan tersebut, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Blitar melayani pengurusan nomor induk berusaha (NIB) dan surat izin pengusahaan air tanah (SIPA) untuk periode Januari hingga Maret 2026.
"Selain itu, ada juga sertifikasi Cara Budi daya Ikan yang Baik (CBIB), uji kualitas air, serta konsultasi teknis budi daya ikan," ujar Kepala Disnakkan Kabupaten Blitar, Heri Widiatmoko.
Melalui layanan ini, pelaku usaha didorong untuk tertib administrasi dan menerapkan standar budi daya yang sesuai ketentuan.
Layanan perizinan dan pembinaan teknis tersebut disiapkan untuk mendukung keberlangsungan usaha perikanan budi daya di daerah.
“Tujuannya supaya produksi perikanan budi daya di Kabupaten Blitar semakin meningkat," tuturnya.
Selain layanan langsung di kantor, masyarakat juga dapat memanfaatkan kontak layanan yang disediakan untuk keperluan konsultasi dan informasi lebih lanjut. "Jadi selain pembudi daya ke sini membawa sampel air kolam, kami juga bisa menuju ke lokasi untuk mengecek kualitas air kolam," pungkasnya.
Dia juga menyampaikan bahwa terdapat beragam kendala yang dialami oleh pembudi daya ikan. Kendalanya memang berbeda-beda. Semua tergantung lokasi dan jenis ikannya.
Disnakkan terus melakukan pendampingan kepada para pembudi daya di setiap sentra, baik melalui penyuluhan teknis, peningkatan kualitas benih, hingga penerapan teknologi budi daya.
"Kami ada penyuluhan ke pembudi daya. Sifatnya adalah pendampingan, baik kelompok dan perorangan. Kemudian, ada juga klinik konsultasi dan lab," tuturnya.
Pendekatan ini dilakukan agar produktivitas di setiap kecamatan tetap terjaga dan mampu beradaptasi dengan tantangan yang ada.
“Kami berupaya agar setiap sentra budi daya ini berkembang secara berkelanjutan. Tidak hanya dari sisi produksi, tetapi juga kualitas ikan dan kesejahteraan pembudidayanya,” pungkas Heri.(kho/c1/ynu)
Editor : M. Subchan Abdullah