Blitar - Meski dibalik jeruji besi, warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIB Blitar dapat produktif melakukan hal produktif. Mereka bahkan memproduksi tas poket, ribuan buku yearbook dan kalender yang bernilai ekonomi tinggi, pada Minggu (18/1).
Sebelumnya, warga binaan telah melalui beberapa kali pelatihan dengan pihak swasta. Hal ini untuk memperkuat program pembinaan kemandirian bagi warga binaan.
Kasi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Binadik) Lapas Blitar Bagus Ramadian mengatakan, bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana pengembangan keterampilan. Tentu juga memberikan kesempatan bagi warga binaan untuk memperoleh penghasilan selama menjalani masa pidana.
Baca Juga: Kelas Ditinggal, Etika Dilanggar: Krisis Kode Etik Guru di SDN Pandeglang dalam Pelayanan Publik
"Seluruh proses perakitan dan produksi dipercayakan kepada warga binaan sebagai bentuk kepercayaan dan pemberdayaan," ujar Bagus.
Dia melanjutkan, bahwa hasil kerja warga binaan mendapatkan apresiasi yang layak. Setiap warga binaan yang terlibat menerima premi sesuai ketentuan berdasarkan kontribusi masing-masing.
Selain perakitan yearbook dan kalender, kerja sama dengan pihak swasta juga mencakup pembuatan kemasan berupa tas poket packaging. Program ini menambah ragam keterampilan kerja yang dapat dikuasai warga binaan sebagai bekal kemandirian.
“Tenaga dan keterampilan warga binaan kami hargai dengan pemberian premi sesuai ketentuan yang dibayarkan secara langsung setiap bulan sesuai kontribusinya,” ungkapnya.
Melalui pembinaan berbasis kerja sama produktif, Lapas Blitar berharap warga binaan memiliki pengalaman kerja nyata yang dapat dimanfaatkan setelah bebas dan kembali ke tengah masyarakat.
Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Lapas Blitar dalam mewujudkan pemasyarakatan yang humanis, berdaya guna, dan memberikan dampak positif bagi semua pihak. Pemberian pembinaan kemandirian bagi warga binaan ini, Lapas Blitar bekerja sama dengan CV. Matahati Kreatif
Editor : Fajar Rahmad Ali Wardana