Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

3 Ruang Sekolah Hampir Digusur SDN Tlogo 2 Direncanakan untuk KDMP Masih Tunggu Hasil Musdes

M. Subchan Abdullah • Selasa, 20 Januari 2026 | 10:44 WIB
SDN Tlogo 2
SDN Tlogo 2

KANIGORO, Radar Penataran – Rencana pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Tlogo, Kecamatan Kanigoro, belum menemui titik terang. Meski musyawarah desa (musdes) telah digelar dan menyepakati lokasi di lingkungan SDN Tlogo 2, sekolah tersebut masih aktif untuk kegiatan belajar mengajar (KBM) ratusan murid. Ada tiga ruangan sekolah yang hampir digusur dampak pembangunan KDMP.

Untuk mencari solusi, semua pihak akhirnya bertemu langsung untuk menemukan jalan keluar dari masalah ini. Pihak sekolah, dinas pendidikan, kepala desa (kades), camat, hingga wali murid hadir dalam audiensi yang dilakukan di SDN Tlogo 2 pada Senin (19/1).

Kades Tlogo, Samuji menjelaskan, musdes sebelumnya telah dilaksanakan sesuai prosedur dan dihadiri unsur lengkap mulai dari pemerintah kecamatan, TNI, tokoh masyarakat, RT, hingga perwakilan warga. Total peserta yang hadir mencapai lebih dari 70 orang. “Dalam musdes itu, forum sudah sepakat mengusulkan lokasi di area SD. Semua unsur hadir dan menyatakan setuju. Namun, ada permasalahan lahan yang ternyata masih dikehendaki sekolah. Maka, penentuan lahan KDMP masih akan dibahas kembali melalui musdes,” ujarnya.

Samuji melanjutkan, pemerintah desa sebelumnya melakukan koordinasi lanjutan dengan pihak sekolah, korwil pendidikan, serta dinas terkait. Dari hasil pembahasan, muncul persoalan terkait sejumlah ruang sekolah yang terdampak rencana pembangunan KDMP. Bangunan yang terdampak itu di antaranya ruang perpustakaan, ruang kepala sekolah, dan ruang sanggar tari. Solusi awalnya adalah pengalihan atau rehabilitasi bangunan lain, tetapi setelah dihitung, anggarannya cukup besar.

Karena itu, kata Samuji, muncul kesepakatan sementara untuk membuka opsi lokasi alternatif. Salah satunya lahan bengkok desa di wilayah jalan menuju Bendungan Serut yang dinilai masih memungkinkan secara teknis. Namun, keputusan tersebut belum bisa diambil tanpa persetujuan warga secara luas. “Pengalihan lahan ini harus melalui musdes khusus lagi. Tidak bisa hanya wali murid saja. Harus melibatkan perwakilan warga, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan lembaga desa agar tidak menimbulkan konflik di kemudian hari,” tegasnya.

Samuji menambahkan, pemerintah desa sejak awal telah menelusuri sejumlah alternatif lokasi. Namun, sebagian besar tidak memenuhi syarat, baik karena keterbatasan luas lahan, sudah berdiri bangunan, maupun adanya penolakan dari warga sekitar. “Kami mencari lokasi yang strategis sesuai aturan dari pemerintah pusat. Kalau tidak strategis, ke depan keberadaan KDMP justru kurang optimal,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala SDN Tlogo 2, Sugianto menyampaikan, pihak sekolah pada dasarnya tidak menolak pembangunan KDMP. Namun, mereka meminta adanya solusi konkret terkait ruang-ruang sekolah yang terdampak. “Kami tidak keberatan, tetapi ruang yang dipakai itu masih aktif digunakan untuk kegiatan pendidikan. Ada tiga ruang, yaitu perpustakaan, ruang kepala sekolah, dan sanggar tari,” jelasnya.

Menurutnya, opsi rehabilitasi bangunan pengganti di sisi selatan sekolah sempat dibahas. Namun, hasil penghitungan konsultan menunjukkan kebutuhan anggaran mencapai lebih dari Rp 100 juta sehingga dinilai cukup berat untuk direalisasikan. “Dari musyawarah yang dipimpin Bu Camat, akhirnya disepakati akan ada musdes lagi untuk menentukan lokasi alternatif. Salah satunya di tanah bengkok desa,” katanya.

Pihak sekolah berharap pembangunan KDMP dapat dialihkan ke lokasi lain agar tidak mengganggu proses belajar mengajar. Saat ini, SDN Tlogo 2 memiliki sekitar 182 siswa yang masih aktif menggunakan seluruh fasilitas sekolah. “Hasil akhirnya masih menunggu musdes berikutnya. Kami berharap ada solusi terbaik untuk semua pihak,” pungkasnya. (jar/c1/ynu)

Editor : M. Subchan Abdullah
#PembangunanKDMP #DesaTlogo #SDNTlogo2 #sengketalahan #MusyawarahDesa