BLITAR KAWENTARAN – Jumlah koleksi buku di Perpustakaan Kabupaten Blitar terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Blitar per 24 Desember 2025, total koleksi perpustakaan pada 2024 telah mencapai 12.603 judul dengan 21.883 eksemplar. Angka tersebut menunjukkan tren pertumbuhan yang cukup signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Kepala Dispusip Kabupaten Blitar, Jumali menjelaskan, pengadaan koleksi dilakukan secara bertahap dan menyesuaikan kebutuhan masyarakat. “Pengembangan koleksi kami arahkan untuk mendukung kebutuhan literasi masyarakat dari berbagai latar belakang, baik pelajar, mahasiswa, maupun masyarakat umum,” ujarnya.
Berdasarkan klasifikasi koleksi, buku dengan kategori ilmu pengetahuan sosial yang meliputi politik, ekonomi, hukum, dan pendidikan masih menjadi yang paling dominan. Pada 2024, kategori ini tercatat memiliki 2.937 judul dengan total 4.163 eksemplar. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan 2020 yang hanya 2.603 judul dan 3.562 eksemplar.
Kategori teknologi yang mencakup teknik, pertanian, dan fotografi juga menunjukkan peningkatan yang konsisten. Pada 2024, koleksi teknologi tercatat 1.920 judul dengan 5.673 eksemplar. Angka ini naik dibandingkan 2020 yang berjumlah 1.521 judul dengan 4.684 eksemplar.
Selain itu, koleksi buku agama juga terus bertambah. Pada 2024, jumlah buku agama mencapai 1.237 judul dengan 1.742 eksemplar, meningkat dari 2020 yang tercatat 1.161 judul dan 1.584 eksemplar. Sementara koleksi sastra pada 2024 tercatat 2.219 judul dengan 3.107 eksemplar. Sementara untuk kategori sains yang meliputi fisika, matematika, kimia, biologi, dan ilmu kebumian, jumlah koleksi pada 2024 tercatat 1.183 judul dengan 1.306 eksemplar. Kemudian, koleksi filsafat dan psikologi mencapai 490 judul dengan 964 eksemplar.
Jumali menambahkan, peningkatan koleksi ini tidak hanya berorientasi pada jumlah, tetapi juga relevansi isi buku. Dengan terus bertambahnya koleksi tersebut, Dispusip Kabupaten Blitar berharap perpustakaan dapat semakin optimal berfungsi sebagai pusat literasi dan sumber pengetahuan bagi masyarakat di Kabupaten Blitar. “Kami terus berupaya agar koleksi yang tersedia sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat,” katanya. (*)