Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Misteri Makam Gantung Blitar Terungkap, Kuncen Ungkap Asal-usul dan Mitos Ilmu Pancasona Eyang Joyodigo

Vicky Hernanda • Rabu, 21 Januari 2026 | 20:45 WIB
Makam gantung blitar
Makam gantung blitar

BLITAR – Makam gantung Blitar menjadi pembahasan utama dalam segmen Darah Itu Merah Jenderal yang dibawakan Fajar Aditya. Dalam episode tersebut, dibahas sejarah, mitos, serta penjelasan langsung dari kuncen mengenai makam yang selama ini dikenal keramat dan menyimpan banyak cerita turun-temurun di Kota Blitar, Jawa Timur.

Makam gantung Blitar dikenal sebagai tempat peristirahatan Raden Ngabehi Bawadiman Joyodigo atau yang lebih dikenal dengan Eyang Joyodigo. Sosok ini disebut-sebut memiliki ilmu pancasona, sebuah ilmu yang diyakini membuat pemiliknya dapat hidup kembali ketika jasadnya menyentuh tanah. Mitos tersebut berkembang luas di masyarakat dan menjadi alasan utama mengapa makam ini disebut sebagai makam gantung.

Dalam penuturannya, kuncen makam menjelaskan bahwa istilah makam gantung bukan berarti makam tersebut benar-benar menggantung di langit-langit. Bagian atas makam digunakan untuk menyimpan perlengkapan, pakaian kebesaran, serta pusaka milik Eyang Joyodigo. Sementara jasadnya berada di bagian bawah, namun tidak langsung bersentuhan dengan tanah.

Menurut cerita yang disampaikan, ketika Eyang Joyodigo wafat, keluarga mengalami kebingungan dalam proses pemakaman. Hal itu berkaitan dengan kepercayaan tentang ilmu yang dimiliki almarhum. Untuk menyempurnakan proses pemakaman, jasad ditempatkan dengan disangga sekitar setengah meter dari permukaan tanah sebelum ditutup.

Kuncen juga menyebutkan bahwa Eyang Joyodigo merupakan tokoh yang hidup pada masa sebelum penjajahan Belanda dan dikenal pernah terlibat perlawanan terhadap Belanda. Namun, detail sejarahnya tidak sepenuhnya diketahui secara lengkap karena keterbatasan cerita yang diterima secara turun-temurun.

Selain sejarah, makam gantung Blitar juga lekat dengan berbagai mitos yang masih berkembang hingga kini. Kuncen mengungkapkan adanya cerita penampakan, suara-suara, hingga pengalaman spiritual yang dialami sejumlah orang yang datang ke area makam. Penampakan yang disebutkan antara lain ular besar dengan warna tertentu, serta sosok yang diyakini sebagai Eyang Joyodigo yang hanya menampakkan diri kepada orang-orang tertentu.

Dikisahkan pula adanya pengalaman kendaraan yang tiba-tiba tidak dapat menyala saat memasuki area makam. Setelah dilakukan salam atau permohonan izin, kendaraan tersebut kembali dapat berjalan. Cerita-cerita ini disebutkan kuncen sebagai pengalaman yang pernah terjadi dan diceritakan oleh para pengunjung.

Kuncen yang telah lama menjaga makam tersebut mengaku sering mengalami kejadian yang sulit dilupakan selama menjalankan tugasnya. Ia menyebutkan bahwa suara, kehadiran binatang tertentu, dan suasana yang berbeda kerap dirasakan, terutama pada waktu-waktu tertentu.

Dalam episode tersebut juga ditegaskan bahwa banyak cerita mengenai makam gantung Blitar berkembang sebagai mitos di masyarakat. Penjelasan kuncen dihadirkan untuk memberikan sudut pandang langsung dari penjaga makam mengenai sejarah dan kondisi sebenarnya.

Melalui segmen ini, penonton diajak memahami bahwa makam gantung Blitar tidak sekadar cerita mistis, tetapi juga bagian dari sejarah dan kepercayaan lokal yang telah hidup lama di tengah masyarakat. Penjelasan langsung dari kuncen menjadi sumber utama untuk meluruskan anggapan tentang makam yang selama ini dikenal penuh misteri. (*)

Editor : Vicky Hernanda
#makam keramat #Mitos Blitar #Eyang Joyodigo #Makam Gantung Blitar #Darah Itu Merah Jenderal