BLITAR KAWENTAR – Tingkat minat baca di Bumi Bung Karno menunjukkan tren positif. Berdasarkan data dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dinperpusip) Kota Blitar, Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) Kota Blitar 2025 mencapai 71,53 dengan kategori menengah-tinggi.
TKM 2025 meningkat dibanding 2024 yang mencapai 52,40 dengan kategori sedang. Peningkatannya cukup signifikan sehingga menjadi perhatian serius dinperpusip.
Peningkatan TGM tersebut dipengaruhi oleh beberapa indikator penilaian. Pada 2025, indikator penilaian tidak sama dengan 2024 yang meliputi frekuensi membaca, durasi membaca, jumlah bacaan, frekuensi akses internet, dan durasi akses internet. ”Sedangkan pada 2025, indikatornya lebih sederhana. Ada tiga yakni pra membaca, pasca membaca dan saat membaca,” jelas Kepala Bidang Perpustakaan Dinperpusip Kota Blitar, Pandu Sarasti, kemarin (20/1).
Indikator penilaian TGM 2025 itu mengacu pada Peraturan Kepala Perpusnas Nomor 9 Tahun 2025 tentang pedoman penilaian TKM. Perubahan aspek penilaian tersebut tentu memengaruhi hasil dari TKM. ”Peningkatan ini tentunya menunjukkan tanda positif bahwa masyarakat Kota Blitar sudah mulai sadar akan pentingnya membaca. Semoga bisa terus meningkat setiap tahunnya,” ujarnya.
Untuk diketahui, TKM merupakan tingkat perilaku atau kebiasaan masyarakat dalam memperoleh pengetahuan dan informasi dari berbagai bentuk media yang dilakukan secara mandiri oleh pemerintah daerah dalam jangka waktu tertentu. TKM merupakan representasi tingkat literasi masyarakat di suatu daerah yang diukur setiap tahunnya. Tujuannya untuk mengetahui perkembangan minat baca serta merumuskan arah kebijakan daerah, strategi, dan inovasi.
Lewat hasil TKM tersebut, lanjut Pandu, dinperpusip akan berupaya maksimal untuk meningkatkan minat baca di masyarakat melalui berbagai program dan inovasi. Salah satu inovasi yang bakal dijalankan tahun ini adalah jelajah literasi. ”Kami akan menggandeng anak pramuka untuk menjalankan program ini. Selain itu, ada Kafe Literasi yang diharapkan bisa menambah kunjungan di perpustakaan daerah,” pungkasnya.(*)
Editor : Satria Wira Yudha Pratama