BLITAR KAWWENTAR-Isu child grooming kembali menjadi perhatian publik setelah munculnya buku Broken Strings karya Aurel. Buku yang mengangkat pengalaman pribadi penulis ini memicu diskusi luas tentang praktik manipulasi emosional terhadap anak dan remaja.
Kepala Dinas DP3AP2KB Kota Blitar, Mujianto mengatakan, child grooming merupakan kejahatan yang sering tidak disadari korban karena dilakukan melalui pendekatan psikologis dalam jangka waktu tertentu.
“Prosesnya tidak instan. Pelaku membangun kepercayaan dan ikatan emosional terlebih dulu sehingga korban sulit menyadari sedang dimanipulasi,” ujarnya kepada Koran ini kemarin (20/1).