Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Masih Duduk Dibangku Sekolah, Atlet Silat Perempuan Muda Blitar Ini Sukses Tampil di Ajang Porprov

Fajar Rahmad Ali Wardana • Sabtu, 24 Januari 2026 | 10:05 WIB

 

KUDA-KUDA: Ajeng Shofiana Putri saat berlaga di sebuah kompetisi beberapa waktu lalu.
KUDA-KUDA: Ajeng Shofiana Putri saat berlaga di sebuah kompetisi beberapa waktu lalu.

BLITAR KAWENTAR - Cita-cita memang harus diperjuangkan sejak dini, seperti yang dilalui oleh dara ayu asal Kelurahan  Bence, Kecamatan Garum, Ajeng Shofiana Putri. Dia menekuni pencak silat sejak umur 5 tahun hingga dua kali mengikut ajang pekan olahraga provinsi (porprov).

Kiprahnya di gelanggang pencak silat bukan cerita yang lahir kemarin sore. Perjalanan atlet muda asal Blitar ini dimulai sejak usia yang nyaris tak terpikirkan oleh kebanyakan anak seusianya.

Kala itu, Ajeng kecil kerap mengikuti orang tuanya menyaksikan pertandingan pencak silat. Dari sanalah benih kecintaan terhadap olahraga itu tumbuh, hingga sekarang duduk di bangku kelas XII SMKN 1 Blitar.

“Awalnya sering ikut orang tua lihat pertandingan. Lama-lama kok tertarik, ingin coba dan langsung dilatih oleh orang tua sendiri,” ujar Ajeng, mengenang masa kecilnya.

Meski keinginan itu datang dari dirinya sendiri, jalan Ajeng tak serta-merta mulus. Orang tua sempat melarang hingga akhirnya memberi restu.

Sejak itulah, Ajeng mulai berlatih pencak silat secara serius, bahkan langsung dibimbing oleh orang tuanya sendiri yang memang memahami dunia bela diri tersebut.

Bahkan sejak usia TK menjadi titik awal Ajeng mengenal latihan terstruktur dan kompetisi. Pertandingan pertamanya pun berlangsung di Blitar dengan mengikuti Smanega Cup.

Saat itu, Ajeng yang masih berusia 5 tahun berhasil meraih juara tiga. Prestasi kecil yang justru menjadi pemantik semangatnya untuk terus melangkah lebih jauh.

“Pertama kali tanding dapat juara tiga. Capek sih, tapi senang banget bisa meraih juara 3 tingkat Jawa Timur Open,” katanya

Seiring waktu, Ajeng semakin sering turun gelanggang. Berbagai kejuaraan di luar Blitar, dia ikuti mewakili daerahnya.

Salah satu pengalaman awal yang berkesan adalah Smanega Cup tingkat Jawa Timur Open. Dari kompetisi ke kompetisi, nama Ajeng mulai dikenal di lintasan pencak silat usia muda.

Namun, perjalanan sebagai atlet tak selalu berisi podium dan tepuk tangan. Cedera menjadi bagian pahit yang harus dia telan.

Ajeng tercatat dua kali mengalami cedera serius, dan yang paling membekas adalah patah tulang tangan kanan saat pertandingan, serta cedera di bagian belakang kepala yang dia alami pada kejuaraan tahun 2025 lalu.

“Kedua cedera itu saya alami saat pertandingan. Bahkan terakhir cedera kepala belakang saat mengikuti pertandingan di Porprov 2025 lalu sehingga gagal meraih medali yang diharapkan,” tutur Ajeng.

Meski begitu, cedera tak memadamkan tekadnya. Ajeng tetap kembali berlatih, bangkit, dan bersaing. Namun, dia telah dua kali mengikuti porprov yakni pada 2023 dan 2025. Meski belum berhasil membawa pulang medali, Ajeng menganggapnya sebagai proses yang harus dijalani.

Perempuan 18 tahun ini terus berlatih untuk memantapkan kekuatannya. Latihan rutin dijalani tiga kali dalam sepekan.

Namun, menjelang kejuaraan, intensitas latihan meningkat drastis. Hampir setiap bulan, Ajeng mengikuti kompetisi, membuat koleksi piala dan medalinya di rumah terus bertambah.

Dalam peta persaingan, Ajeng menyebut atlet dari Ngawi dan Madiun sebagai lawan terberat. Pada porprov terakhir, persaingan juga terasa ketat dengan kontingen Malang sebagai tuan rumah.

Di balik semua keringat dan jatuh bangun itu, Ajeng menyimpan mimpi besar. Dia ingin menembus porprov dengan hasil terbaik, lalu melangkah lebih jauh ke level nasional.

“Targetku juara porprov dan bisa lolos ke Pekan Olahraga Nasional (PON). Saya masih bisa berlaga porprov tahun depan. Jika bisa meraih medali dapat peluang besar untuk bisa ikut PON,” pungkasnya.(jar/c1/ady)

Editor : M. Subchan Abdullah
#Garum #pelajar #porprov #pencak silat #perempuan muda #atlet silat #SMKN 1 Blitar