BLITAR KAWENTAR – Kereta Api Indonesia (KAI) sudah berancang-ancang menyiapkan angkutan mudik Lebaran. Salah satunya dengan menyediakan tiket KA mudik sejak H-45 jadwal keberangkatan.
Berdasarkan skema pemesanan yang telah dirancang, KAI akan membuka penjualan tiket kereta api secara bertahap.
Dengan begitu, masyarakat bisa memesan tiket mudik maupun balik jauh-jauh hari. Sesuai jadwal, pemesanan dibuka mulai 25 Januari untuk keberangkatan pada 11 Maret 2026.
Manajer Humas Daop 7 Madiun, Tohari mengatakan, kebijakan pemesanan tiket sejak H-45 tersebut merupakan bagian dari strategi KAI. Tujuannya untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas penumpang sehingga bisa lebih tertib dan terencana.
“Dengan sistem H-45, calon penumpang memiliki waktu yang cukup untuk menyusun rencana perjalanan. Ini membantu kami dalam mendistribusikan arus penumpang agar lebih merata selama masa Angkutan Lebaran,” ujarnya dalam keterangan resmi tertulis, kemarin.
Penjualan tiket dilakukan secara bertahap sesuai tanggal keberangkatan. Adapun jadwal pembukaan pemesanan tiket KA mudik Lebaran dimulai pada 25 Januari (keberangkatan pada 11 Maret) dan seterusnya hingga 15 Februari (keberangkatan pada 1 April).
Di wilayah Daop 7 Madiun, kini telah beroperasi 60 perjalanan KA Jarak Jauh (KAJJ). Baik itu keberangkatan awal maupun yang melintasi wilayah Daop 7 Madiun dan 10 perjalanan KA Bandara.
Layanan Angkutan Lebaran tersebut diharapkan bisa mengakomodasi kebutuhan masyarakat di momen Lebaran 2026.
Dia mengimbau masyarakat untuk melakukan pembelian lebih awal. Pembelian bisa melalui kanal resmi KAI, yakni aplikasi Access by KAI, website booking.kai.id, Contact Center KAI 121, mitra penjualan resmi, serta online travel agent yang bekerja sama dengan KAI.
”Belilah di kanal resmi agar terhindar dari risiko penipuan maupun biaya tambahan yang tidak semestinya,” imbaunya.(mg2/c1/sub)
Editor : M. Subchan Abdullah