BLITAR KAWENTAR – Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kota Blitar mulai mematangkan persiapan menyongsong gelaran Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) 2026 di Ngawi.
Induk cabang olahraga (cabor) atletik ini tengah fokus meningkatkan intensitas latihan guna memastikan para atlet Bumi Bung Karno mampu membawa nama harum daerahnya.
Ketua PASI Kota Blitar, Nur Hidayat mengungkapkan, persiapan kali ini tidak dimulai dari nol. Dia memanfaatkan momentum keberhasilan sejumlah atlet yang sebelumnya sukses mendulang medali pada kompetisi regional di UNESA Surabaya pada akhir Desember 2025 lalu.
Para juara di ajang tersebut kini menjadi tulang punggung pembinaan intensif yang dilakukan PASI.
"Kami terus meningkatkan porsi latihan bagi para atlet. Fokus utama kami adalah pembinaan lebih lanjut bagi mereka yang sudah menunjukkan prestasi di ajang regional kemarin. Persiapan menuju event yang lebih tinggi, yakni POPDA 2026, harus dimatangkan sejak dini agar hasilnya sesuai harapan," ujarnya.
PASI masih melakukan pemantauan ketat terhadap performa setiap individu. Hal ini dilakukan untuk menjaring atlet potensial yang benar-benar siap diterjunkan dalam kompetisi kasta pelajar tertinggi di Jawa Timur.
Sesuai regulasi, POPDA 2026 nanti mempertandingkan atlet dengan batasan usia kelahiran maksimal 2009.
Disinggung soal jumlah delegasi, dia mengaku belum bisa mematok angka pasti. Sebab, penentuan kuota atlet yang berangkat merupakan wewenang Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Blitar.
"Dispora yang nantinya memegang kendali pengiriman atlet. Pada prinsipnya, PASI siap memenuhi kebutuhan kuota yang diminta. Kami memahami bahwa nantinya anggaran dan kuota akan dibagi merata dengan cabor lain sesuai dengan target medali yang dicanangkan pemerintah daerah," imbuhnya.
PASI optimistis atletik bisa menyumbang medali bagi Kota Blitar. Monitoring performa atlet dilakukan secara berkala hingga hari-H pertandingan.
"Persiapan terus kami matangkan," pungkasnya. (sub/c1/ynu)
Editor : M. Subchan Abdullah