BLITAR KAWENTAR - Aksi pencurian menghebohkan warga Jalan A. Yani, Kelurahan/Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Minggu (25/1). Diduga, pelaku mengetahui kondisi rumah korban yang sedang kosong karena ditinggal untuk sarapan.Dari hasil pemeriksaan polisi, pencuri membawa kabur perhiasan emas serta sejumlah barang lainnya dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp 30 juta.
Kasi Humas Polres Blitar Kota AKP Samsul Anwar menjelaskan, peristiwa itu (pencurian, Red) diketahui korban sekitar pukul 11.30 WIB saat kembali ke rumahnya. Korban mendapati rumah sudah dalam kondisi berantakan serta beberapa barang berharga seperti perhiasan dan juga surat-surat berharga hilang.
“Korban bersama suaminya pergi meninggalkan rumah sejak pagi, dipastikan dalam keadaan terkunci. Saat kembali sekitar pukul 11.30 WIB, korban mendapati lemari dalam rumah dan kamar sudah terbuka serta isi pakaian berserakan. Setelah dicek, sejumlah perhiasan emas berikut surat-suratnya diketahui telah hilang,” tuturnya kepada Koran ini kemarin (26/1).
Polisi yang menerima laporan korban, terang Samsul, langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan menemukan adanya akses masuk lain ke dalam rumah. Yakni dengan merusak bagian jendela bagian dapur yang terbuat dari kaca dan dilapisi teralis dari besi.
“Pelaku diduga masuk melalui jendela kaca nako dapur yang terbuka. Dua kaca nako dan besi teralisnya terlepas dari rangka, serta ditemukan tangga yang disandarkan di tembok belakang rumah,” imbuhnya.
Dia menegaskan, sementara untuk barang-barang berharga yang dilaporkan hilang antara lain 1 kalung emas seberat 10 gram, sepasang anting emas 3 gram, 3 gelang emas dengan total berat 7 gram, serta beberapa barang kebutuhan rumah tangga. “Setelah memastikan telah menjadi korban pencurian, pemilik rumah langsung melapor ke SPKT Polres Blitar Kota,” ungkapnya.
Hingga saat ini, pelaku masih dalam proses penyelidikan kepolisian. Penyidik telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi untuk segera mengungkap identitas pelaku yang diduga komplotan. “Kalau melihat di TKP dan bagaimana pencuri masuk ke rumah, diduga pelaku lebih dari seorang,” bebernya.(*)