Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

⁠Potensi Angin Kencang di Blitar Terjadi hingga Sepekan ke Depan, Masyarakat Diminta Waspada

Satria Wira Yudha Pratama • Selasa, 27 Januari 2026 | 11:40 WIB
Potensi Angin Kencang Terjadi hingga Pekan Depan
Potensi Angin Kencang Terjadi hingga Pekan Depan

BLITAR KAWENTAR - Angin kencang yang melanda wilayah Blitar Raya diperkirakan masih berlangsung hingga 10 hari ke depan dengan intensitas yang cukup tinggi. Kondisi cuaca ekstrem tersebut telah memicu sejumlah kejadian pohon tumbang dan kerusakan bangunan di berbagai kecamatan di Kabupaten Blitar.


Prakirawan BMKG Jawa Timur, Nur Faris Prih Waryatno mengatakan, angin kencang di wilayah Blitar Raya diprediksi terus terjadi dengan kekuatan yang cenderung meningkat. Saat ini, kecepatan angin di wilayah Blitar tercatat mencapai 34,2 kilometer per jam. “Angin kencang ini dipengaruhi oleh adanya pola tekanan udara rendah di wilayah selatan Pulau Jawa. Kondisi tersebut menimbulkan perbedaan tekanan udara yang cukup signifikan antara wilayah utara dan selatan Jawa,” jelasnya.


Selain itu, fenomena ini juga dipicu oleh adanya daerah konvergensi dan konfluensi serta kuatnya labilitas lokal di wilayah Jawa Timur. BMKG pun mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak angin kencang, seperti pohon tumbang, kerusakan bangunan, hingga gangguan transportasi. “Masyarakat diharapkan terus memantau perkembangan cuaca dan mengikuti peringatan dini yang dikeluarkan BMKG,” tambah Faris.


Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Blitar, Wahyudi melaporkan, cuaca ekstrem berupa angin kencang menyebabkan pohon tumbang di sejumlah wilayah pada Sabtu (24/1). Peristiwa tersebut terjadi sejak pukul 07.00 WIB dan berdampak di tujuh kecamatan yakni Selorejo, Garum, Sutojayan, Kanigoro, Gandusari, Nglegok, dan Ponggok.


Sedangkan di Kecamatan Selorejo, pohon asem tumbang sempat menutup akses jalan nasional penghubung Kabupaten Blitar dan Kabupaten Malang selama sekitar 30 menit. Selain itu, dapur rumah dan warung milik warga dilaporkan mengalami kerusakan ringan akibat tertimpa pohon. “Di Kecamatan Garum, pohon tumbang rebah ke arah lahan persawahan warga dan berpotensi mengganggu saluran irigasi. Sementara di Kecamatan Sutojayan, kios buah milik warga serta satu unit sepeda motor rusak tertimpa pohon tumbang,” ungkap Wahyudi


Kejadian serupa juga terjadi di Kecamatan Kanigoro. Pohon tumbang menutup akses jalan di Desa Minggirsari selama kurang lebih 30 menit sebelum berhasil ditangani petugas. Di Kecamatan Gandusari, pohon tumbang menyebabkan kandang ayam dan kandang kambing roboh serta merusak dapur rumah warga.


Di Kecamatan Nglegok, pohon tumbang merusak pagar rumah warga, menutup akses jalan persawahan, serta merusak atap rumah akibat terjangan angin kencang. Sementara di Kecamatan Ponggok, sebuah rumah milik warga dilaporkan mengalami kerusakan berat setelah tertimpa pohon mangga yang tumbang.


BPBD mengimbau masyarakat, khususnya di wilayah rawan, untuk tetap waspada dan saling mengingatkan agar memangkas atau mengamankan pohon yang berpotensi tumbang, mengingat cuaca ekstrem diperkirakan masih berlangsung hingga akhir Januari 2026. “Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. BPBD Kabupaten Blitar bersama unsur TNI, Polri, PLN, perangkat desa, relawan, dan masyarakat setempat telah melakukan asesmen serta penanganan di seluruh lokasi terdampak. Penanganan sementara sudah selesai dan kondisi saat ini aman. Akses jalan sudah bisa dilalui kembali,” pungkasnya.(*)

Editor : Satria Wira Yudha Pratama
#BMKG Jawa Timur #Bencana hidrometeorologi #angin kencang blitar #BPBD Kabupaten Blitar #kewaspadaan bencana